Ini Alasan Mengapa Anda Tak Boleh ke Toilet Saat Pesawat Take Off dan Landing

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 02 Nov 2018, 20:10 WIB
Diperbarui 02 Nov 2018, 20:10 WIB
Ilustrasi Pesawat
Perbesar
Ilustrasi pesawat (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda ingin pergi ke toilet sebelum lepas landas, namun dilarang oleh awak kabin? Logikanya, pesawat masih dalam keadaan diam dan penumpang masih merapikan isi kabin dan memilih tempat tidur.

Rupanya, ini semua telah diatur dan bersangkutan dengan masalah keamanan dan hukum penerbangan internasional.

Dikutip dari laman Businessinsider.com, Jumat (2/11/2018), tahun lalu, seorang pria dikeluarkan dari penerbangan Delta Airlines ketika memaksa untuk menggunakan toilet sebelum lepas landas.

Dalam kasus ini, sebagian besar penumpang memihak pada pria tersebut. Namun, banyak orang tidak mengetahui arti pentingnya keselamatan dalam penerbangan.

Seorang pilot tidak mungkin dapat tinggal landas dengan kondisi penumpang masih di dalam kamar mandi. Mereka harus berada di tempat duduk sampai pesawat take off dengan sempurna.

Begini logikanya, apabila penumpang masih berada di dalam toilet saat hendak tinggal landas, atau akan mendarat, penumpang tidak memiliki fitur keselamatan di kamar mandi (seperti sabuk pengaman).

Selain itu, apabila terjadi apa-apa di dalam toilet, penumpang sulit untuk melakukan evakuasi diri. Tak hanya itu, alasan menyeramkan lain yang dapat terjadi apabila toilet terbakar.

Jadi, para penumpang diminta untuk menuruti perintah dan instruksi dari awak kabin. Jangan tinggalkan bangku Anda saat pesawat hendak lepas landas atau akan mendarat.

Petugas penerbangan mengatakan bahwa waktu terbaik untuk menggunakan toilet pesawat adalah ketika kapten mematikan tanda sabuk pengaman.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Alasan Suhu Kabin Pesawat Harus Dingin

Ilustrasi pesawat terbang
Perbesar
Ilustrasi pesawat terbang. (dok. pexels.com/Asnida Riani)

Selain soal toilet, ada fakta menarik lain yang perlu diketahui soal pesawat. Ada alasan di mengapa suhu di dalam kabin pesawat selalu dingin, tak peduli iklim atau lokasi di mana kapal terbang beroperasi.

Berdasarkan penelitian, ada keterkaitan antara temperatur, tekanan, dan risiko kehilangan kesadaran akibat hipoksia di dalam penerbangan.

Riset berjudul "Fainting Passengers: The Role of Cabin Environment" yang diterbitkan dalam jurnal American Society for Testing and Materials, disebutkan bahwa suhu lebih hangat dalam kabin dapat meningkatkan risiko pingsan bagi beberapa penumpang.

Selain peningkatan risiko pingsan, menjaga suhu kabin tetap rendah juga untuk menghindari dehidrasi.

Udara dalam kabin pesawat pun sudah kering. Jadi, kalau suhunya lebih hangat, semakin bertambahlah dehidrasi yang dialami para penumpang sehingga mereka bisa mual dan pusing.

Lanjutkan Membaca ↓