Sebagian Besar Kota Venesia Terendam Banjir Akibat Air Laut Pasang

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 30 Okt 2018, 11:32 WIB
Diperbarui 30 Okt 2018, 11:32 WIB
Sepasang wanita dan pria berenang di Lapangan Santo Marco yang terendam banjir air pasang di Venesia (AP/Luigi Constantini)
Perbesar
Sepasang wanita dan pria berenang di Lapangan Santo Marco yang terendam banjir air pasang di Venesia (AP/Luigi Constantini)

Liputan6.com, Venesia - Air pasang laut dilaporkan membuat sekitar tiga perempat wilayah kota Venesia di Italia terendam banjir, yang disebut sebagai terburuk dalam sepuluh tahun terakhir.

Selain itu, beberapa wilayah lain di utara dan timur Negeri Pizza juga dikabarkan mengalami banjir, setelah hujan deras disertai angin kencang yang menumbangkan pepohonan, dan menewaskan sedikitnya empat orang.

Dikutip dari The Guardian pada Selasa (30/10/2018), turis dan penduduk kota Venesia dikabarkan terus beraktivitas dengan mengenakan sepatu bot tinggi sejak hari Senin, ketika banyak jalan-jalan terendam banjir rata-rata setinggi betis orang dewasa.

Sebelumnya, hembusan angin kencang disebut mendorong terjadinya air pasang hingga ketinggian 156 cm pada Senin malam waktu setempat, 29 Oktober, sebelum kemudian mulai surut menjelang dini hari.

Ketinggian air di beberapa wilayah dengan risiko banjir tinggi disebut menenggelamkan jalan setapak yang dinaikkan, memaksa evakusi segera penduduk setempat.

Otoritas transportasi Venesia juga dilaporkan menutup sementara layanan bus air (water bus), kecuali ke pulau-pulau terpencil untuk penanganan kondisi darurat.

Venesia diketahui sering dilanda bencana banjir, ketika hujan deras disertai angin kencang menghantam destinasi wisata andalan di timur laut Italia itu.

Namun, apa yang terjadi pada Senin malam adalah hal tidak biasa, di mana ketinggian air pasangnya, menurut statistik, diketahui sebagai yang tertinggi sejak Desember 2018.

 

Simak video pilihan berikut:

 

2 dari 2 halaman

Italia Berada dalam Siaga Banjir

Banjir
Perbesar
Ilustrasi Foto Banjir (iStockphoto)​

Walikota Venesia, Luigi Brugnaro, mengatakan serangkaian sistem penghalang bawah laut yang dibangun di sekitar laguna akan mencegah terjadinya kondisi serupa di masa depan.

Proyek itu, yang dijuluki Moses, molor dari jadwal yang seharusnya, karena dilanda oleh pembengkakan biaya dan skandal korupsi.

Walikota Brugnaro mengatakan dia telah meminta berbicara dengan perdana menteri Italia, Giuseppe Conte, untuk menggarisbawahi urgensi proyek, yang akan meningkatkan hambatan ketika gelombang mencapai 109 sentimeter, di mana hal tersebut rata-rata terjadi setiap empat kali setahun di venersia.

Warga dan para pelaku bisnnis biasanya memperkuat pintu mereka dengan logam atau panel kayu untuk mencegah air masuk tetapi, kali ini, foto di media sosial menunjukkan pemilik toko menggunakan pompa air untuk mencoba melindungi barang dagangan mereka.

Sebagian besar Italia berada di bawah siaga banjir karena hujan deras, di mana masalanya kian diperburuk oleh kurangnya pemeliharaan banyak sungai sungai di negara itu.

Angin kencang menumbangkan pepohonan yang menewaskan orang yang melintas dalam tiga kecelakaan di Naples dan Lazio.

Di ibu kota Roma, para pejabat menutup tempat-tempat wisata utamanya, termasuk Colosseum dan Forum Romawi, lebih awal karena hujan deras.

Gubernur provinsi Veneto, Luca Zaia, mengatakan banjir pekan ini bisa mencapai tingkat terparah seperti yang terjadi pada 1966 silam, yang "menenggelamkan sebagian besar wilayah Kota Venesia dan Florence".

Sejak Selasa hingga waktu yang belum ditentukan, seluruh sekolah negeri di Venesia dan sekitarnya diliburkan.

Lanjutkan Membaca ↓