Sebut Yahudi Musuh Kulit Putih, Ini Sosok Pelaku Penembakan Maut di Sinagog Pittsburgh

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 28 Okt 2018, 12:34 WIB
Robert Bowers, pelaku penembakan di sinagog kota Pitssburgh, yang menewaskan 11 orang pada Sabtu, 27 Oktober 2018 (AP)

Liputan6.com, Pittsburgh - Selama berbulan-bulan, Robert D. Bowers telah memuntahkan amarahnya di berbagai unggahan di media sosial, menyebut para imigran seabagi "penjajah".

Ia juga diketahui aktif menyebarkan meme rasis, dan menegaskan bahwa komunitas Yahudi adalah "musuh orang kulit putih".

Kemudian, pada hari Sabtu, beberapa saat sebelum polisi mengatakan dia melakukan penembakan dengan 21 senapan serbu dan tiga pistol, dia mengunggah pesan terakhir: "Saya tidak bisa duduk dan menonton orang-orang saya dibantai. Pasang mata Anda, saya akan masuk (untuk melakukan penembakan)".

Dikutip dari New York Times pada Minggu (28/10/2018), pihak berwenang mengatakan penembakan oleh Bowers (46) membunuh sedikitnya 11 orang di dalam dan di sekitar sinagog Tree of Life.

Bowers diketahui sering mengunggah ulang konten anti-Semit situs jejaring sosial Gab, di mana menuduh orang Yahudi mengendalikan AS. Pada salah satu visual yang direkayasa dari kamp konsentrasi Auschwitz, tercantum sebuah pesan di atas gerbang berbunyi: "Kebohongan Hasilkan Uang."

Bowers juga diketahui memperluas sasaran amarahnya kepada Presiden Donald Trump, yang dinilai tidak cukup baik mencapai tujuan politik yang diinginkannya.

Beberapa hari sebelum penembakan, Bowers menulis status di Gab: "Trump adalah seorang globalis, bukan nasionalis."

Gab sendiri telah menjadi semakin populer di kalangan orang-orang yang pandangannya tidak disukai pada layanan media sosial lainnya.

Aplikasi jejaring sosial ini tumbuh dari klaim bias anti-konservatif oleh Facebook dan Twitter, yang membatasi pedoman penggunaan pemakainya.

Perusahaan pengembang aplikasi Gab menegaskan bahwa akun yang kerap menyebar ujaran kebencian terkait cocok identitasnya dengan pelaku penembakan sinagog di Pittsburgh.

Gab pun merilis sebuah pernyataan yang mengatakan siap bekerja sama dengan penegak hukum dalam pengusutan tuntas kasus penembakan tersebut.

"Gab dengan tegas menolak dan mengutuk semua tindakan terorisme dan kekerasan," tulis pernyataan itu.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 of 2

Kasus Kejahatan Kebencian

Tembak Senjata Api
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Sebelas orang tewas dalam insiden penembakan di sinagog, tempat peribadatan pemeluk Yahudi, di Pittsburgh, Negara Bagian Pennsylvania, pada Sabtu 27 Oktober 2018 waktu setempat.

Pria bersenjata melepaskan tembakan ketika sinagog bernama 'the Tree of Life' di area Squirrel Hill mengadakan sebuah kebaktian. Pelaku kemudian berhasil dilumpuhkan oleh petugas.

Direktur Keselamatan Publik Pittsburgh, Wendell Hissrich, mengatakan bahwa tidak ada anak-anak di antara korban tewas.

Penyelidik federal memperlakukan kasus penembakan itu sebagai kasus kejahatan kebencian.

Sementara itu, the Anti-Defamation League, sebuah organisasi non-pemerintah Yahudi yang memerangi anti-Semitisme, mengatakan: "Kami percaya ini adalah serangan paling mematikan terhadap komunitas Yahudi dalam sejarah Amerika Serikat."

Warga Pittsburgh dan keluarga korban segera melakukan upacara duka bagi mereka yang tewas.

Sophia Levin, seorang penduduk lokal dan salah satu penyelenggara, mengatakan kepada BBC bahwa dia berharap upacara itu akan membantu masyarakat, dan orang-orang "dapat bersatu dan saling mendukung satu sama lain."

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan mengunjungi Pittsburgh setelah serangan itu.

Lanjutkan Membaca ↓