USGS: 18 Gunung Berapi di AS Berisiko Ancam Kehidupan Manusia

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 27 Okt 2018, 08:31 WIB
Diperbarui 27 Okt 2018, 08:31 WIB
Penampakan Erupsi Gunung Kilauea di Hawaii
Perbesar
Penampakan abu vulkanik melambung ke langit saat Gunung Kilauea meletus di Big Island Hawaii, (3/5). Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan erupsi terjadi sekitar pukul 16.45 sore waktu setempat. (Survei Geologi AS via AP)

Liputan6.com, Los Angeles - Para ilmuwan telah mengklasifikasikan 18 gunung berapi di Amerika Serikat (AS), sebagai "ancaman berisiko", karena peningkatan aktivitasnya dan lokasi yang berdekatan dengan wilayah hunian manusia.

Dikutip dari The Guardian pada Jumat (26/10/2018), lembaga geologi AS (USGS) telah memperbarui penilaian ancaman gunung berapi untuk pertama kalinya sejak 2005.

Daftar bahaya tersebut dipuncaki oleh Gunung Kilauea di Hawaii, yang telah meletus tahun ini. Adapun lima besar lainnya adalah Gunung St Helens dan Gunung Rainier di negara bagian Washington, gunung api Redoubt Alaska dan Gunung Shasta di California.

"Laporan ini mungkin mengejutkan banyak orang, tetapi tidak bagi ahli vulkanologi," kata ahli gunung api dari University of Concord, Janine Krippner.

"AS adalah salah satu negara paling aktif di dunia ketika berbicara tentang aktivitas gunung berapi," katanya, mencatat ada 120 letusan di seluruh situs vulkanologi Negeri Paman Sam sejak tahun 1980.

Sementara itu, menurut ahli vulkanologi nasional John Ewert, yang juga merupakan penulis utama laporan terkait, menyebut Kilauea adalah gunung berapi paling aktif di AS, di mana terdapat banyak pengembangan vulkanis tepat di sisi-sisinya.

Ditambahkan olehnya, bahwa Hilo, negara bagian Hawaii, mungkin adalah kota terbesar di Amerika Serikat yang memiliki dampak bahaya tertinggi terkait ancaman gunung berapi Mauna Loa.

Ewert mengatakan bahwa peringkat ancaman bukan tentang gunung mana yang akan meletus berikutnya, tetapi "tingkat terparah" dari risiko kerusakan yang dipicunya.

Sebelas dari 18 gunung berapi dengan ancaman kerusakan tertinggi berada di negara bagian Oregon, Washington dan California.

"Dari gunung berapi dengan ancaman tertinggi, Gunung Rainier di Washington memiliki jumlah populasi terbesar di zona bahaya hilir, yakni sekitar 300.000 orang," kata geolog USGS, Angie Diefenbach, yang juga merupakan rekan penulis laporan.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Sistem Klasifikasi

Gunung Agung Semburkan Lava Pijar
Perbesar
Api membakar hutan lereng Gunung Agung setelah terjadinya lontaran batu pijar dari kawah terlihat dari Karangasem, Bali, Selasa (3/7). Lontaran lava pijar pun teramati keluar kawah dengan jarak mencapai 2 ribu meter. (AP/Firdia Lisnawati)

Ilmuwan menggunakan sekitar dua puluh faktor untuk menghitung skor ancaman secara keseluruhan, untuk masing-masing dari 161 gunung berapi aktif di Amerika Serikat.

Skor ini didasarkan pada jenis gunung berapi, tingkat eksplosif dan aktif, seberapa sering meletus, apakah ada aktivitas seismik, berapa banyak orang tinggal di dekatnya, jika evakuasi telah terjadi di masa lalu dan jika letusan mengganggu lalu lintas udara.

Data-data tersebut kemudian disortir ke dalam lima tingkat ancaman, mulai dari yang sangat rendah hingga sangat tinggi.

Vulkanolog dari University of Denison, Erik Klemetti, mengatakan Amerika Serikat "sangat kurang dalam hal pemantauan" terhadap kumpulan gunung berapi aktif yang disebut "Big 18".

"Banyak gunung berapi di Cascades of Oregon dan Washington memiliki sedikit, jika ada, pemantauan langsung di luar satu atau dua seismometer," kata Klemetti.

USGS menambahkan bahwa belasan gunung berapi di AS telah melonjak ke tingkat ancaman tinggi sejak 2005. Tidak ada satupun dari 18 besar daftar terkait yang mengalami penurunan tingkat kewaspadaan.

Kalaupun ada, rasio penurunannya sangat kecil, dan cenderung yang berubah untuk jangka waktu singkat dalam kalkulasi vulkanologi.

Lanjutkan Membaca ↓