Kereta Tabrak Kerumunan di India, 60 Orang Tewas

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 20 Okt 2018, 15:18 WIB
Diperbarui 20 Okt 2018, 15:18 WIB
Kereta menabrak kerumunan orang yang menyemut di rel kereta api di Amritsar, India (AP/Prabhjot Gill)
Perbesar
Kereta menabrak kerumunan orang yang menyemut di rel kereta api di Amritsar, India (AP/Prabhjot Gill)

Liputan6.com, Amritsa - Jumat petang menjelang malam, 19 Oktober 2018, ratusan orang berkerumun di area Joda Phatak, Amritsa, India untuk menyaksikan Dusshera, festival Hindu yang menandai kemenangan Dewa Rama atas raja iblis Ravana atau Rahwana.

Patung Rahwana dibakar dengan penyalaan petasan di lapangan terbuka saat matahari terbenam -- menyesuaikan waktu kematian dewa iblis itu, yang menurut legenda terjadi kala "tak ada cahaya mentari, namun kegelapan belum menjelang".

Ratusan orang kemudian naik rel kereta yang lokasinya lebih tinggi. Suara petasan dan pertunjukan kembang api membuat mereka tak mendengar kereta yang melaju kian dekat.

Akibatnya, tragis. Lebih dari 60 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka setelah kereta menabrak kerumunan tersebut.

Seperti dikutip dari BBC News, Sabtu (20/10/2018), beredar kabar yang menyebut, panitia meminta orang-orang menjauh dari petasan yang terbakar. Sementara, laporan lain mengatakan bahwa para peserta berlari ke arah lintasan karena takut patung yang terbakar akan roboh menimpa mereka.

Sejumlah saksi mata mengungkapkan, saat kejadian, banyak orang yang sibuk mengabadikan momentum festival dengan ponsel mereka dan tidak memperhatikan kereta yang mendekat dengan kecepatan tinggi.

Kereta yang menabrak banyak orang itu sedang melakukan perjalanan dari Jalandhar ke Amritsar, India.

Saksi mata, Amar Nath mengatakan, orang-orang diterjang oleh kereta api. "Saya mengevakuasi jasad-jasad dari rel...tangaku penuh dengan darah," kata dia kepada BBC Punjabi.

Warga bernama Amit Kumar mengatakan, orang-orang yang berkerumun di sekitar rel saat perayaan adalah hal biasa.

"Setiap tahun, orang-orang duduk di atas rel kereta saat perayaan berlangsung di sini," tambah dia.

Sementara itu, Ketua Menteri Punjab, Amarinder Singh menggambarkan insiden tersebut sebagai kejadian yang sangat tragis.

"Kami akan melakukan semua yang mungkin untuk membantu mereka yang terluka," kata dia.

Kumar menambahkan, ia telah meminta pemerintah distrik untuk menyingkirkan hambatan dan memastikan perawatan terbaik pada para korban. Secara gratis.

Masa berkabung juga ditetapkan di negara bagian. Perkantoran dan sekolah-sekolah di Punjab, India ditutup pada Sabtu ini.

 

2 dari 2 halaman

PM India Berduka

PM India Pimpin Yoga Massal
Perbesar
Perdana Menteri India, Narendra Modi berpartisipasi dalam sesi yoga massal pada Hari Yoga Internasional di Dehradun, Kamis (21/6). Modi melakukan gerakan peregangan, membungkuk, dan latihan pernapasan bersama praktisi yoga lainnya. (AFP/PRAKASH SINGH)

Perdana Menteri India Narendra Modi mengungkapkan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta di Amritsar.

"Duka cita mendalam saya sampaikan kepada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta dan saya mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih."

Dikhawatirkan jumlah korban jiwa akan bertambah.

Lanjutkan Membaca ↓