Berani Tak Cuci Tangan Satu Hari? 5 Efek Buruk Berikut Incar Kesehatan Anda

Oleh Afra Augesti pada 19 Okt 2018, 19:04 WIB
Diperbarui 19 Okt 2018, 19:04 WIB
20151021-Ilustrasi mencuci tangan

Liputan6.com, Jakarta - Seberapa sering Anda mencuci tangan dalam sehari? Meski Anda adalah tipikal orang yang sangat rajin, namun ilmuwan mengatakan bahwa ada masanya seseorang akan lupa untuk membasuh tangannya, entah itu usai bersin atau setelah kencing.

Meski mencuci tangan adalah kegiatan kecil yang tampak sepele, namun ahli menegaskan bahwa tangan adalah tempat bersarangnya kuman.

Sebab anggota tubuh ini kerap berinteraksi langsung dengan berbagai hal, sehingga menempatkan bakteri jahat yang bisa mengganggu kesehatan.

Kuman ada di mana-mana dan tersebar di seluruh titik terkecil di dunia.

Organisme ini dikenal karena memiliki kemampuan untuk mendatangkan segala macam penyakit dan infeksi melalui sejumlah interaksi, seperti bersalaman, memegang ponsel, menyentuh tombol penyiram toilet, dan sebagainya.

Beruntung, sistem imun manusia dewasa sudah sempurna, sehingga mampu menangani sebagian besar masalah yang disebabkan oleh kuman. Namun beberapa hewan mikroskopis itu bisa menembus pertahanan kita, terutama selama musim dingin dan hujan.

"Ketika Anda bersentuhan dengan orang lain atau memegang permukaan sebuah benda, Anda sudah menumpuk ribuan bahkan jutaan kuman di tangan Anda. Pada akhirnya, Anda dapat menginfeksi diri sendiri dengan kuman ini, seperti misal mengucek mata, hidung, atau mulut. Mencuci tangan adalah satu-satunya cara efektif yang bisa membantu untuk membatasi penyebaran bakteri, virus dan mikroba lainnya," kata Mayo Clinic, seperti dikutip dari Bustle, Jumat (19/10/2018).

Selain itu, rutinlah untuk memotong kuku, sebab kuku panjang bisa menjadi tempat yang nyaman untuk kuman bersembunyi.

Menurut ahli kecantikan di majalah Women's Health, Shannon Farrell, di bawah kuku yang panjang umumnya terdapat minyak, kotoran, dan residu riasan.

"Inilah yang menyebabkan kuku menjadi kuning dan ada bagian yang kecoklatan di antara daging," ucapnya.

Lalu, apa yang terjadi pada tubuh kita jika tidak membasuh tangan dengan sabun dalam satu hari? Berikut 5 di antaranya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 9 halaman

1. Infeksi Saluran Pernapasan

Ilustrasi Sakit Flu dan Demam
Ilustrasi Sakit Flu dan Demam (iStockphoto)

Rupanya, pilek tidak hanya disebabkan oleh udara yang buruk, tapi juga kuman yang menempel di tangan.

Sakit flu, radang paru-paru, adenovirus, dan bahkan penyakit di tangan, kaki, dan mulut adalah dampak dari infeksi saluran pernapasan akibat mengabaikan mencuci tangan, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Itu karena sekitar 80% penyakit menular disebarkan melalui sentuhan. Misalnya, Anda baru saja memegang ganggang pintu toilet umum dan langsung menyentuh hidung.

Dari situlah kuman mulai menyebar dan membuat Anda terinfeksi, meski sistem imun tubuh meresponsnya.

Praktek mencuci tangan yang baik dapat mengurangi jumlah selesma dan mencegah penyakit pernafasan antara 16% hingga 21%.

3 dari 9 halaman

2. Diare

Ilustrasi diare (iStockphoto)
Ilustrasi diare (iStockphoto)

Penyakit terkait diare dapat menyerang dengan mudah pada orang yang tidak mencuci tangan.

Tanya McIntosh, seorang praktisi pengendalian infeksi di University of Kansas Medical Center, mengatakan, "Mencuci tangan setelah keluar dari toilet adalah kunci utama untuk menciptakan hidup sehat. Bakteri dan virus dari kotoran manusia dapat menimbulkan berbagai penyakit terkait diare, contohnya bakteri salmonella, norovirus, dan E. coli."

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa meski sederhana, mencuci tangan mampu mengurangi jumlah orang yang sakit diare hingga 31%.

4 dari 9 halaman

3. Keracunan Makanan

Ilustrasi Anak, Remaja, Makan, dan Makanan Pedas (iStockphoto)
Konon, seorang anak jadi menggemari sayuran jika sudah diberikan makanan pedas (iStockphoto)

Ada banyak kasus keracunan makanan, seperti misal mengonsumsi daging mentah atau makan makanan yang sudah basi (kadaluwarsa). Tetapi keracunan makanan juga bisa mengintai Anda yang tidak mencuci tangan sebelum memasak.

Menurut CDC, sebagian besar wabah penyakit yang disebabkan oleh makanan berawal atau diperparah oleh tangan yang kotor. Mencuci tangan dengan cara tepat dapat mengurangi risiko penyakit bawaan makanan dan infeksi lainnya.

Selain itu, untuk menghindari keracunan makanan, pilihlah bahan masakan yang kualitasnya masih bagus dan segar. Masak daging mentah sampai benar-benar matang dan empuk. Cuci sayuran sampai bersih, sebab biasanya masih terdapat sisa-sisa kotoran yang menempel.

5 dari 9 halaman

4. Bisa Menginfeksi Orang yang Sistem Imunnya Rendah

Ilustrasi Bersalaman
Ilustrasi bersalaman pria dan wanita. (iStock)

Ingat, tangan Anda menyentuh segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitar, sepanjang hari. Ini berarti kuman yang ada pada tubuh seseorang bisa menempel pada raga Anda, begitu pula sebaliknya.

Menurut ahli anestesi (mati rasa) Christian Whitney, "Bila Anda tidak mencuci tangan secara rutin, maka Anda berisiko terkena infeksi yang berpotensi membahayakan dan juga menginfeksi orang lain, terutama bayi, orang sepuh, dan mereka yang rentan terhadap infeksi."

Whitney menambahkan, norma yang berlaku ketika berada di publik pun perlu diperhatikan. Seperti misal saat bersin, ada baiknya menutup wajah dengan tangan sendiri, tisu, atau saputangan dan tidak membiarkan virus yang ada pada tubuh menyebar.

6 dari 9 halaman

5. Berkontribusi Terhadap Resistensi Antibiotik

Amoxylin
Ilustrasi pil antibiotik jenis amoxylin. (Sumber Pixabay)

Mencuci tangan adalah langkah paling penting untuk tidak menyebarkan bakteri penyebab infeksi, yang umumnya dapat terobati menggunakan antibiotik.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa mencuci tangan dapat mencegah sekitar sepertiga penyakit yang terkait dengan diare dan sekitar seperlima dari infeksi pernapasan.

Selain itu, mencuci tangan juga dapat mengurangi hampir 60 persen penyebaran penyakit terkait diare pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Semakin sedikit infeksi, semakin sedikit pula antibiotik yang dikonsumsi. Mencuci tangan Anda dapat mencegah penyebaran penyakit yang sulit diobati, yang biasanya ditimbulkan oleh kuman yang kebal terhadap antibiotik.

7 dari 9 halaman

6. Ketergantungan Terhadap Cairan Pembersih Tangan

Hand Sanitizer
Hand sanitizer. (iStock)

Pembersih tangan dan tisu basah benar-benar bermanfaat, jika digunakan dalam keadaan darurat. Tetapi dua benda ini seharusnya tidak menjadi "tumpuan hidup" Anda.

Menurut Dr. Whitney, sabun tak hanya bisa membunuh patogen (parasit yang mampu menimbulkan penyakit pada inangnya) di tangan Anda.

"Tindakan mekanis tambahan dengan melumurkan sabun cair dan menggosok tangan secara bersama-sama, efektif membunuh kuman," katanya. "Namun, mencuci tangan harus dilakukan dengan benar, dengan menggunakan cukup sabun setidaknya selama 20 detik."

Ada beberapa patogen tertentu yang tidak bisa dilawan oleh gel pembersih tangan atau tisu basah antibakteri, salah satunya adalah Clostridium difficile, bakteri penyebab infeksi usus besar.

8 dari 9 halaman

7. Hepatitis A

Stres - sakit kepala - lelah (iStock)
Ilustrasi stres - sakit kepala - lelah (iStockphoto)

Tidak mencuci tangan secara rutin juga dapat menyebabkan Hepatitis A, yang ditandai dengan kulit menguning, urin berwarna sangat pekat, mual dan muntah.

Menurut Norene Anderson, seorang perawat di Inggris, mengatakan, "Penularan Hepatitis A terjadi ketika seseorang yang terkontaminasi virus, tidak mencuci tangannya dengan benar setelah menggunakan toilet dan menyentuh makanan yang dikonsumsinya."

9 dari 9 halaman

8. Mata Merah Muda

20151011-Ilustrasi Kesehatan Mata
Ilustrasi Merawat dan Menjaga Kesehatan Mata (iStockphoto)

Mata pink atau dikenal sebagai konjungtivitis, adalah jenis infeksi mata paling umum pada manusia, biasanya menjangkit anak-anak. Menurut American Association of Ophthalmology, sakit ini muncul saat Anda mengucek mata menggunakan tangan yang kotor.

Sebab, bakteri yang terdapat di tangan --setelah Anda bersalaman dengan orang lain atau memegang sesuatu-- adalah pemantik munculnya  rasa gatal, pegal, dan memerahnya bola mata.

Lanjutkan Membaca ↓