China Berlakukan Aturan Wajib Militer bagi Tim Sepak Bola Nasional

Oleh Liputan6.com pada 16 Okt 2018, 08:00 WIB
Indonesia Vs China

Liputan6.com, Beijing - Badan sepak bola China menerapkan latihan militer pada para pemainnya dalam upaya terakhir untuk memenuhi tujuan Presiden Xi Jinping.

Xi berambisi menjadikan Negeri Tirai Bambu itu menjadi kekuatan sepak bola yang hebat pada pergantian abad, demikian dikutip dari laman ABC Indonesia, Selasa (16/10/2018).

Selama akhir pekan, lebih dari 50 pemain di bawah usia 25 tahun dibawa ke pangkalan militer di Provinsi Shandong di mana mereka menukar pakaian olahraga dengan seragam loreng dan sepatu boot.

Saluran televisi negara CCTV menunjukkan para pemain - banyak yang secara teratur membintangi liga papan atas China - menerima instruksi dari pelatih militer dan kepala mereka dicukur.

Mereka juga diperlihatkan duduk di ruang kelas yang mengenakan seragam saat mereka menyaksikan siaran tim nasional Tiongkok bermain tanpa gol dengan India.

Menurut laporan CCTV, skuat akan memulai pelatihan fisik baru, pendidikan ideologi dan latihan pasukan khusus.

Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, Asosiasi sepak bola China (CFA) mengumumkan kamp intensif pada awal Oktober, menyatakan para pemain akan ditarik keluar dari komitmen klub reguler mereka sampai 28 Desember.

Keputusan itu berarti klub papan atas akan kehilangan beberapa pemain terbaik mereka di akhir bisnis dari kedua musim Liga Super China dan untuk final Piala CFA.

Saat mengumumkan langkah itu, CFA mengatakan kamp dua setengah bulan akan "menjadi pelatihan lebih baik bagi pemain muda yang luar biasa dan memperkuat kelompok bakat cadangan" untuk tim nasional.

Para pemain diharapkan melakukan latihan militer selama bulan pertama kamp dan fokus pada sepak bola menjadi yang kedua.

Itu adalah periode latihan militer yang lebih lama daripada yang digunakan untuk kamp sepak bola sebelumnya. Media negara menyatakan, "Ini menunjukkan tekad Asosiasi sepak bola China, yang harus merombak semangat tim nasional".

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Campur Tangan Negara yang Merusak?

Indonesia Vs China
Bek Timnas Indonesia, Nurhidayat Haris, bersalaman dengan wasit sebelum melawan China pada laga PSSI 88th U-19 di Stadion Pakansari, Jawa Barat, Selasa (25/9/2018). Indonesia kalah 0-3 dari China. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Beberapa penggemar mengecam langkah itu via online. Beberapa orang mengatakan, hal itu mencerminkan kematian sepak bola China, sementara banyak yang lain mempertanyakan bagaimana latihan militer dan kamp pelatihan akan lebih baik untuk pengembangan pemain daripada pertandingan kompetitif.

"Anda tidak bisa mengambil 55 pemain dari liga dan berharap itu tidak memengaruhi integritas olahraga," kata penulis sepak bola asal Shanghai, Cameron Wilson di The Chinese Football Podcast.

Kebijakan CFA terhadap pemain muda telah berubah beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir dengan banyak penggemar menyalahkan campur tangan yang kuat dari administrator olahraga negara untuk perubahan aturan yang tidak dapat diprediksi.

Peraturan tersebut telah memaksa klub papan atas untuk memasukkan jumlah minimal pemain di bawah 23 dengan mengorbankan rekrutan asing.

Aturan terbaru untuk meningkatkan bakat muda melalui pelatihan intensif didahului oleh perubahan aturan lain yang melonggarkan aturan.

Spekulasi berputar bahwa tujuan kamp adalah untuk menciptakan satu atau dua tim pengembangan nasional yang akan bermain dari minggu ke minggu baik di liga domestik China atau bahkan di kompetisi klub Eropa timur.

Pemerintah China berusaha meningkatkan kinerja tim nasional putra dengan cepat. Hanya pernah sekali ke putaran final Piala Dunia, penampilan timnas China masih dipandang minim, meski liga domestik semakin menguntungkan.

Cetak biru pemerintah yang dirilis pada 2015 menetapkan sasaran untuk memiliki 50 juta orang yang bermain sepak bola dalam satu dekade dan untuk China menjadi tim internasional teratas pada 2050.

Akan tetapi, penggemar lama sepa bola tidak gembira dengan rencana tersebut.

Hasil imbang tanpa gol China dengan India selama akhir pekan terjadi setelah hasil imbang dengan Bahrain pekan lalu dan kekalahan dari Qatar, dan spekulasi meningkat bahwa pelatih nasional Marcello Lippi - yang dibawa dengan banyak gembar-gembor di 2016 - kemungkinan akan meninggalkan perannya setelah Piala Asia pada Januari.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait