Selain Titanic, Ini 5 Insiden Kecelakaan Kapal Paling Mematikan dalam Sejarah

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 10 Okt 2018, 19:40 WIB
Diperbarui 10 Okt 2018, 19:40 WIB
Titanic
Perbesar
Titanic (Wikimedia Commons)

Liputan6.com, Jakarta - Selama ini, kita hanya menganggap bahwa kecelakaan kapal Titanic adalah insiden yang paling mematikan di lautan. Namun ternyata peristiwa itu bukanlah satu-satunya yang paling tragis.

Tragedi Titanic memang lekat dalam ingatan. Jelas saja, hal ini terjadi lantaran kisah tersebut telah difilmkan dan diperankan oleh aktor terkenal seperti Leonardo Dicaprio dan Kate Winslet.

Ternyata ada sejumlah kisah lain yang juga pernah tercatat dalam sejarah. Ribuan korban tewas sia-sia akibat kecelakaan kapal yang tak kalah mematikan dari Titanic.

Seperti dikutip dari laman Wonderslist, Rabu (10/10/2018), berikut 5 insiden kecelakaan kapal paling mematikan selain Titanic:

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Doña Paz

Ilustrasi kapal (iStock)
Perbesar
Ilustrasi kapal (iStock)

Pada 20 Desember 1987, dunia menyaksikan bencana maritim paling mematikan. Kala itu kapal feri milik Filipina bernama Doña Paz bertabrakan dengan tanker minyak MT Vector.

Kedua kapal terbakar dan akhirnya tenggelam di perairan. Kejadian ini menewaskan 4.386 orang. Hanya 24 orang selamat yang tercatat dalam insiden tersebut.

Dari 13 awak MT Vector, hanya 2 orang yang selamat. Banyak yang mengklaim bahwa Doña Paz secara ilegal membawa lebih dari 4.000 penumpang, ketika kapal hanya dapat diisi 1.518 penumpang.

Majalah Time menyebut tenggelamnya Doña Paz bencana maritim paling mematikan di abad ke-20.

3 dari 6 halaman

2. Kiangya

Ilustrasi kapal (iStock)
Perbesar
Ilustrasi kapal (iStock)

Kapal uap penumpang milik China bernama Kiangya tenggelam di muara Sungai Huangpu, 50 mil (80 km) selatan Shanghai pada 4 Desember 1948.

Insiden tersebut menyebabkan kematian 2.750 hingga 3.920 orang. Hanya ada 700 sampai 1.000 orang yang selamat, yang kemudian dievakuasi oleh kapal lain.

Alasan tenggelamnya adalah ledakan yang terjadi ketika kapal itu menabrak ranjau yang ditinggalkan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dalam Perang Dunia II.

4 dari 6 halaman

3. Mont-Blanc

Ilustrasi kapal (iStock)
Perbesar
Ilustrasi kapal (iStock)

Pada 6 Desember 1917, kapal kargo Mont-Blanc hendak melewati Pelabuhan Halifax di Nova Scotia, Kanada. Kapal itu merupakan kargo yang dipenuhi oleh bahan peledak yang sangat mudah menguap.

Saat dalam perjalanan, kapal itu malah bertabrakan dengan kapal Norwegia, SS Imo.

Insiden itu kemudian dikenal sebagai Ledakan Halifax. Sedikitnya 2.000 orang dilaporkan meninggal dunia.

Mont-Blanc memiliki 40 orang awak kapal. Lebih dari 9.000 orang terluka karena pecahan kaca.

5 dari 6 halaman

4. Le Joola

KM Arung Samudera Karam Terhantam Ombak di Bengkulu, Tujuh ABK Hilang
Perbesar
Ilustrasi kapal tenggelam. Ilustrasi: Kriminologi.id

Salah satu bencana maritim terbesar juga pernah terjadi pada 26 September 2002. Kala itu, kapal feri milik pemerintah Senegal bernama Le Joola terbalik di lepas pantai Gambia.

Kapal itu membawa lebih banyak dari jumlah penumpang yang seharusnya dibawa.

Daya muatnya adalah 536 penumpang, tetapi pada saat kecelakaan, kapal itu membawa 1.927 penumpang atau lebih dari tiga kali lipat.

Akibat kejadian ini, 1.863 orang meninggal dunia.

6 dari 6 halaman

5. Salem Express

Ilustrasi kapal (iStock)
Perbesar
Ilustrasi kapal (iStock)

Kapal penumpang Salem Express tenggelam setelah bertabrakan dengan Hyndman Reef pada 17 Desember 1991 yang mengakibatkan kematian 1.400 orang.

Banyak penumpang yang kala itu ingin ziarah ke Mekah. Bangkai kapal kini menjadi situs scuba-diving, masih berisi banyak barang dan mobil.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait