Pesawat Pertama Tiba, Bantuan China untuk Korban Gempa Palu Siap Dibagikan

Oleh Tanti Yulianingsih pada 10 Okt 2018, 10:30 WIB
Diperbarui 10 Okt 2018, 10:30 WIB
Potret Udara Ribuan Perumnas Balaroa yang Hilang Akibat Gempa
Perbesar
Pandangan udara Perumnas Balaroa yang rusak dan ambles akibat gempa bumi Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). Berdasarkan data Lapan, dari 5.146 bangunan rusak sebanyak 1.045 di antaranya Perumnas Balaroa yang ambles. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Donggala - Pesawat pertama pembawa barang-barang bantuan kemanusiaan dari pemerintah China sudah tiba. Unit tersebut mendarat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan, pada 9 Oktober 2018, sekitar pukul 14.00 Wita.

Barang-barang yang sudah tiba tersebut khusus untuk membantu penanggulangan bencana gempa dan tsunami di Donggala - Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Wang Liping, Minister Counsellor bidang komersial Kedutaan Besar China sebagai wakil pemerintah Tiongkok menyerahkan bantuan kepada wakil pemerintah Indonesia, Meiladyastrinda Hapsari, Supervisor Biro Hukum dan Kerja Sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Duta Besar Prayono Atiyanto dari Kementerian Luar Negeri," demikian menurut keterangan tertulis dari pihak Kedutaan China yang Liputan6.com muat Rabu (10/10/2018).

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 menguncang Donggala pada 28 September, pukul 18.02 Wita, diikuti dengan tsunami. Kota Palu dan sejumlah kabupaten di Sulteng sangat parah terdampak bencana gempa dan tsunami.

Setelah bencana gempa dan tsunami Sulteng terjadi, Presiden Xi Jinping segera mengirimkan surat belasungkawa kepada Presiden Joko Widodo, menyampaikan rasa simpati kepada masyarakat Indonesia. Dia mengatakan pemerintah China bersedia memberikan bantuan kepada Indonesia. 

Selain itu, Negeri Tiongkok, juga mengirimkan surat belasungkawa kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Sementara Palang Merah Tiongkok juga telah menyampaikan dana bantuan sebesar US$ 200 ribu ke Palang Merah Indonesia.

Sesuai dengan keperluan pemerintah Indonesia, Tiongkok memutuskan memberikan bantuan berupa tenda, sistem pembersih air, fogging, generator listrik, dll. Bantuan dikirim melalui lima kali penerbangan dalam beberapa hari ini.

Kedutaan Besar China juga telah membelikan sejumlah barang keperluan sehari-hari untuk para korban dan pengungsi. Pihak Indonesia akan mengirimkan bantuan tersebut ke area bencana secepatnya.

Pihak Tiongkok akan terus berkoordinasi dengan pihak Indonesia, guna mendukung pemerintah Indonesia melakukan penanggulangan bencana dan rekonstruksi pascabencana.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

Simak video pilihan berikut:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bantuan dari Rusia

Mencari yang tersisa dari gempa Palu
Perbesar
Warga memeriksa puing-puing di mana rumah mereka berdiri sebelum gempa dan tsunami di Petobo, Palu, Kamis (4/10). Wilayah Kelurahan Petobo di Palu menjadi salah satu daerah yang terkena dampak parah karena 'ditelan bumi'. (AFP/ ADEK BERRY)

Sementara itu, atas titah Presiden Rusia Vladimir Putin, Kementerian Situasi Darurat Rusia mengirim lebih dari 24 ton bantuan kemanusiaan berisi generator listrik, sistem pembersih air, tenda, dan selimut, pada Senin, 8 Oktober 2018. Demikian seperti dikutip dari akun Twitter resmi media terafiliasi pemerintah Rusia, RBTH Indonesia, Selasa 9 Oktober 2018.

"Pesawat Kementerian Situasi Darurat Rusia tiba di Balikpapan semalam (8/10) (pesawat tidak memungkinkan mendarat di Sulawesi Tengah), pukul 23.00. Kargo bantuan segera dikeluarkan untuk kemudian dikirim ke Sulawesi Tengah," tulis akun Twitter @RBTHIndonesia.

"Sementara itu, @RusEmbJakarta (Kedutaan Besar Rusia di Jakarta) dan komunitas Rusia di seluruh Indonesia telah menyampaikan bantuan kepada @palangmerah (Palang Merah Indonesia) dalam bentuk makanan untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah," kata twit tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya