Rusia Kirim 24 Ton Bantuan untuk Korban Gempa-Tsunami di Sulawesi Tengah

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 10 Okt 2018, 08:31 WIB
Diperbarui 10 Okt 2018, 08:31 WIB
Mencari yang tersisa dari gempa Palu
Perbesar
Warga memeriksa puing-puing di mana rumah mereka berdiri sebelum gempa dan tsunami di Petobo, Palu, Kamis (4/10). Wilayah Kelurahan Petobo di Palu menjadi salah satu daerah yang terkena dampak parah karena 'ditelan bumi'. (AFP/ ADEK BERRY)

Liputan6.com, Balikpapan - Bantuan dari negara sahabat kembali datang untuk para korban bencana gempa-tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan wilayah lain di Sulawesi Tengah. Kali ini, pengirimnya adalah Rusia.

Atas titah Presiden Rusia Vladimir Putin, Kementerian Situasi Darurat Rusia mengirim lebih dari 24 ton bantuan kemanusiaan berisi generator listrik, sistem pembersih air, tenda, dan selimut, pada Senin 8 Oktober 2018. Demikian seperti dikutip dari akun Twitter resmi media terafiliasi pemerintah Rusia, RBTH Indonesia, Selasa (9/10/2018).

"Pesawat Kementerian Situasi Darurat Rusia tiba di Balikpapan semalam (8/10) (pesawat tidak memungkinkan mendarat di Sulawesi Tengah), pukul 23.00. Kargo bantuan segera dikeluarkan untuk kemudian dikirim ke Sulawesi Tengah," tulis akun Twitter @RBTHIndonesia.

"Sementara itu, @RusEmbJakarta (Kedutaan Besar Rusia di Jakarta) dan komunitas Rusia di seluruh Indonesia telah menyampaikan bantuan kepada @palangmerah (Palang Merah Indonesia) dalam bentuk makanan untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah," kata twit tersebut.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Donggala - Palu Capai 2.010 Orang

Masjid Babul Jannah di loli Saluran, Banawa, Kabupaten Donggala
Perbesar
Masjid Babul Jannah di loli Saluran, Banawa, Kabupaten Donggala menarik perhatian warga. Tempat ibadah in menjadi saksi bisu dahsyatnya gempa dan tsunami menerjang Palu dan Donggala, Jumat 28 September 2018.

Memasuki hari ke-11 pascagempa dan tsunami Palu Donggala, Sulawesi Tengah, jumlah korban meninggal yang berhasil diidentifikasi tercatat 2.010 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah itu didapatkan dari beberapa lokasi, seperti Donggala, Palu, Sigi, dan Moutoung.

"Korban meninggal dunia 2.010 orang. Perinciannya 171 di Donggala, 1.601 di Palu, 222 di Sigi, 15 di Moutoung, dan 1 orang di Pasang Kayu," kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2018).

Sutopo menjelaskan, kebanyakan korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa dan tsunami Palu. Mereka semuanya telah dimakamkan. 

"Pemakaman massal sebanyak 934 orang, pemakaman keluarga 1.075 orang," jelasnya.

Selain korban meninggal, gempa dan tsunami Palu-Donggala juga menyebabkan 2.549 orang mengalami luka berat, dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Sebanyak 2.549 orang luka berat yang di rawat di rumah sakit, dan 8.130 orang luka ringan," ujarnya.

Sampai saat ini, Tim SAR gabungan masih terus bekerja mencari korban meninggal dunia. Sutopo berharap, korban bencana gempa dan tsunami yang belum dievakuasi bisa segera ditemukan.

Lanjutkan Membaca ↓