Jokowi Sambut dengan Tangan Terbuka Kunjungan Wakil PM Malaysia

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 09 Okt 2018, 12:32 WIB
Diperbarui 09 Okt 2018, 22:16 WIB
Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail, di Istana Bogor, Selasa, 9 Oktober 2018 (Liputan6.com/Titin Supriatin)

Liputan6.com, Bogor - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Wan Azizah Wan Ismail di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10/2018).

Didampingi oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Presiden Jokowi sempat melakukan perbincangan tentang bebeberapa hal terkait hubungan kedua negara, termasuk penanganan korban gempa Lombon dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Mengutip siaran pers yang diterima Liputan6.com pada hari Selasa, Presiden Jokowi menyampaikan pidato, yang salah satu isinya berupa ucapan terima kasih atas bantuan pemerintah Malaysia untuk korban gempa Lombok dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Gempa bumi mengguncang Lombok, NTB beberapa bulan lalu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat, 560 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut. Selain itu, sebanyak 1.469 orang lainnya mengalami luka-luka, dan 396.032 orang mengungsi.

Usai bencana Lombok, gempa yang disusul tsunami terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Akibatnya sebanyak 1.948 orang meninggal dunia. Sementara korban luka berat mencapai 2.549 orang yang saat ini dirawat di rumah sakit.

Tidak tertutup kemungkinan jumlah korban meninggal terus bertambah mengingat proses evakuasi masih terus berlangsung.

Kedatangan Wan Azizah ke Indonesia ini merupakan pertama kali setelah ditunjuk sebagai petugas pelaksana wakil perdana menteri Malaysia, pada 21 Mei 2018.

Selain bertemu Jokowi, Wan Azizah juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dia juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise, yang kemudian diteruskan dengan kunjungan ke Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan pada Penanggulangan Bencana (AHA Centre).

Selanjutnya, Wan Azizah akan mengadakan pertemuan dengan para pimpinan industri di Indonesia dan warga negara Malaysia di Jakarta.

 

Reporter Titin Supriatin dari Merdeka.com berkontribusi pada berita ini.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 of 2

Bantuan Malaysia Senilai Rp 1,8 Miliar

Mencari yang tersisa dari gempa Palu
Warga memeriksa puing-puing di mana rumah mereka berdiri sebelum gempa dan tsunami di Petobo, Palu, Kamis (4/10). Wilayah Kelurahan Petobo di Palu menjadi salah satu daerah yang terkena dampak parah karena 'ditelan bumi'. (AFP/ ADEK BERRY)

Sebelumnya, pemerintah dan berbagai organisasi Malaysia mengumumkan mengirim bantuan kemanusiaan senilai miliaran rupiah dan tim tanggap bencana ke Sulawesi Tengah, untuk membantu pemerintah Indonesia dalam hal penanganan korban gempa dan tsunami.

Mengutip rilis resmi yang diterima Liputan6.com dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Selasa 2 Oktober, pihak Negeri Jiran menyampaikan:

"Malaysia mengungkapkan rasa simpati terhadap kejadian gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada jam 5.02 (waktu Indonesia), 28 September 2018 di Sulawesi. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban tewas dan mendoakan agar yang terluka segera pulih."

"Pemerintah Malaysia juga telah menawarkan bantuan pencarian dan penyelamatan melalui Tim Mencari dan Penyelamatan Malaysia (SMART) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) ... Emergency Medical Team Malaysia (EMT) juga siap digunakan kapan saja."

"Kami juga menawarkan bantuan keuangan sebesar 500.000 ringgit Malaysia (Rp 1,8 miliar) dari tabung Dana Amanah Bantuan Bencana Nasional (KWABBN) untuk meringankan beban korban yang terlibat."

"Beberapa Organisasi Non-Pemerintah Malaysia (LSM) seperti Masyarakat Bulan Sabit Merah, MERCY Malaysia dan Islamic Relief Malaysia (IRM) juga telah menyatakan dukungan untuk bantuan kemanusiaan melalui mitra mereka di Indonesia."

Rencana itu diumumkan Malaysia menyusul keputusan pemerintah Indonesia untuk membuka pintu bagi masuknya bantuan internasional, demi meringankan korban gempa-tsunami di Sulawesi Tengah pada 1 Oktober 2018.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by