Malaysia Kirim Pesawat Kargo untuk Bantu Korban Gempa-Tsunami di Sulawesi Tengah

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 04 Okt 2018, 10:57 WIB
Diperbarui 06 Okt 2018, 10:13 WIB
Setelah Gempa dan Tsunami Melanda Palu

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Negeri Jiran telah menerbangkan satu pesawat kargo Airbus A400M (heavy-airlift) berisi suplai kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana gempa-tsunami di Sulawesi Tengah, menurut laporan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

"Pesawat itu terbang pukul 10.00 pagi (4/10) dari Pangkalan Angkatan Udara Diraja Malaysia (TUDM) Subang dan diperkirakan mendarat di Halim Perdanakusuma, Jakarta pada 11.15 WIB," kata Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Azwiral, kepada Liputan6.com (4/10/2018).

Sementara itu, seperti dikutip dari situs berita Malaysia Utusan.com.my, Komandan Pangkalan TUDM Subang, Datuk Muhammad Mudzamir Ong Abdullah, mengatakan, pesawat itu ditugaskan sebagai pembawa barang yang membawa barang dari Jakarta ke Palu, setidaknya dua kali sehari.

Menurut dia, pesawat itu juga membantu membawa kebutuhan medis yang disumbangkan oleh Persatuan Bulan Sabit Merah (PBSM) dari Malaysia.

"Misi akan disertai oleh 23 awak dan tiga perwakilan media yang dipimpin oleh Komandan Skuadron 22, Letnan Kolonel Baharin Mohamad," kata Komandan Mudzamir kepada wartawan Malaysia pada 3 Oktober 2018.

"Kami dipersilahkan untuk membantu Indonesia karena mereka tidak memiliki pesawat besar. Jadi, A400M ini sejalan dengan kemampuan membawa hingga 22 ton."

Diketahui bahwa pesawat A400M akan ditugaskan antara empat dan 10 hari di Indonesia khusus untuk penanganan bencana gempa-tsunami Sulawesi Tengah.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Australia Tambah Bantuan Senilai Rp 54 M untuk Korban Gempa-Tsunami Sulteng

Tim Sar mengevakuasi korban gempa Palu dan Donggala.
Tim Sar mengevakuasi korban gempa Palu dan Donggala. (Basarnas)

Sebelumnya, pihak Australia telah berkomitmen untuk memberikan tambahan bantuan senilai lebih dari Rp 54 miliar bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Hal tersebut dinyatakan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, beserta Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari ABC Indonesia, Kamis (4/10/2018).

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia mengumumkan pemberian dana bantuan senilai lebih dari Rp 5 miliar kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk keperluan makanan dan terpal.

Disebutkan dana bantuan tambahan akan diberikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi penyalur bantuan kemanusiaan, untuk membangun tempat penampungan sementara, akses air minum, dan bantuan kesehatan bagi korban yang terluka akibat bencana gempa-tsunami.

"Australia berencana untuk menurunkan tim medis dan saat ini sedang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk menentukan di mana sebaiknya mereka dikirim untuk mendukung upaya pemulihan," tulis pernyataan tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓