Seorang Pria di Canberra Diserang Kanguru yang Tampak Mati

Oleh Liputan6.com pada 28 Sep 2018, 10:31 WIB
Diperbarui 30 Sep 2018, 10:13 WIB
Ilustrasi kanguru (iStock)

Liputan6.com, Canberra - Seorang warga Canberra diserang seekor kanguru yang tergeletak di pinggir jalan dan dikiranya sudah mati. Akibatnya, kedua matanya mengeluarkan darah dan harus jalani operasi.

Pria bernama Billy Willox tersebut berhenti saat melihat kanguru itu untuk memeriksa apakah di kantongnya ada bayinya.

"Tiba-tiba saja bangkit dan sebelum saya menyadarinya, dia sudah menyerang mataku. Begitu cepat. Saya tak tidak bisa menghindarinya," ujar Billy kepada ABC.

Akibat serangan itu kedua mata Billy mengeluarkan darah. Bahkan dia harus menjalani operasi untuk memperbaiki sobekan bagian wajah di bawah matanya, demikian dikutip dari ABC Indonesia, Kamis (27/9/2018).

Padahal, semua itu hanya karena dia bermaksud melakukan suatu hal yang dikiranya tepat.

Billy menceritakan bahwa akhirnya dia mampu menendang kanguru itu menjauh. Dia kemudian merasakan matanya sudah berdarah.

Masih dalam keadaan shock, Billy pun langsung kembali ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Hari itu Billy baru saja beberapa menit meninggalkan rumah, dan supir bus ini pun harus kembali ke rumah dan meminta pasangannya mengantar ke rumah sakit.

"Ketika saya melihatnya, tampak dua matanya sobek," ujar pasangan Billy, Kerrie Venables.

Menurut Kerrie, kondisi Billy sangat mengerikan dan matanya terus berdarah.

Saat tiba di Rumah Sakit Canberra, Australia petugas memberitahu mereka bahwa ligamen dan jaringan kulit di sekitar mata Billy mengalami sobekan.

Dia pun harus menjalani operasi plastik dan suntikan tetanus. Butuh dua minggu bagi Billy untuk pulih seperti sediakala.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Kanguru Tetap Bangun Meski Cidera

Ilustrasi kanguru (iStockphoto)
Ilustrasi kanguru (iStockphoto)

Menurut Joel Patterson, seorang petugas Park Ranger di Canberra, bukan hal aneh bagi seekor kanguru yang cedera untuk bangkit kembali.

"Mereka bisa tiba-tiba menggeliat dan menimbulkan kerusakan," jelasnya.

"Saya sering melihat kanguru yang luka parah, mereka biasanya melakukan geliat terakhir sebelum mati," kata Joel.

Hal itu, katanya, seringkali merupakan gerakan terakhir kanguru yang sekarat.

Kejadian yang dialami Billy hanya salah satu contoh terbaru serangan kanguru. Sebelumnya seorang wanita ditabrak mobil saat berusaha memindahkan kanguru yang mati di tengah jalan pada Mei lalu.

Billy sendiri kini menyarakan agar warga lebih waspada saat melihat kanguru tergeletak di jalan.

Dalam kasus demikian, katanya, sebaiknya langsung menghubungi petugas terkait yang memang siaga selama 24 jam.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait