Pakai Kondom dari Usus Domba... Ini 5 Fakta Aktivitas Seks di Zaman Mesir Kuno

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 21 Sep 2018, 18:35 WIB
Ilustrasi aktibitas seksual zaman Mesir Kuno (Wikipedia/Free Use)

Liputan6.com, Kairo - Mesir Kuno adalah suatu peradaban di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir sungai Nil. Pada akhir masa Paleolitik, iklim Afrika Utara menjadi semakin panas dan kering. Akibatnya, penduduk di wilayah tersebut terpaksa berpusat di sepanjang sungai Nil.

Zaman Mesir Kuno dikenal hingga saat ini, berkat penemuan artefak dan benda langka yang ditemukan pada masa itu. Selain artefak, hal lain yang paling terkenal adalah mumi -- metode pengawetan jenazah pada masanya.

Bicara soal zaman Mesir Kuno tak melulu berkutat pada peninggalannya. Aktivitas seksual seperti pelacuran telah terjadi pada era tersebut.

Catatan sejarah menyebut, ada beberapa fakta mengejutkan seputar aktivitas seksual di zaman Mesir Kuno. Seperti dikutip dari laman Listverse.com, Jumat (21/9/2018), berikut 5 di antaranya:

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 of 6

1. Alat Kontrasepsi

Domba
Ilustrasi Foto Domba (iStockphoto)

Sama seperti zaman sekarang, kontrasepsi adalah hal yang sangat berharga dan penting bagi kehidupan seks zaman Mesir Kuno. Biasanya, seks bebas dilakukan oleh mereka -- masyarakat liberal.

Maka dari itu, kontrasepsi adalah hal sangat berharga dan hanya dimiliki oleh segelintir orang saja. Kondom pada zaman dahulu tak semodern seperti sekarang.

Untuk membuat kondom, mereka harus membuanya dari usus domba yang berfungsi agar tidak mengakibatkan kehamilan pada sang wanita.

 

3 of 6

2. Kotoran Buaya untuk Blokade Sperma

Binatang Buas Buaya
Ilustrasi Foto Buaya (iStockphoto)

Jika para pria menggunakan usus domba demi menghalang sperma masuk dalam vagina wanita, para kaum hawa punya cara beda.

Mereka memilih untuk mengambil kotoran hewan (termasuk buaya) dan memasukkannya ke dalam vagina hingga padat. Hal ini dilakukan guna memblokade sperma pria yang masuk.

Hal ini dapat mencegah kehamilan. Ketika bicara soal seks, maka mereka memerlukan alat kontrasepsi yang dibuat secara alami.

4 of 6

3. Prostitusi Suci

Ilustrasi PSK
Ilustrasi PSK di lokalisasi. (Istimewa)

Sama seperti pada masa Babylon Kuno, prostistusi dilihat sebagai tindakan yang direstui oleh Ilahi dan terhormat untuk dilakukan.

Para pekerja seks diberikan status sosial yang relatif tinggi di masa Mesir Kuno. Sementara, masyarakat di negara lain menganggap bahwa itu adalah hal yang dilarang.

Para pekerja seks bekerja secara terbuka pada masa itu. Biasanya, para PSK akan menandai diri mereka dengan tampilan yang mencolok. Penggunaan pewarna bibir dan riasan akan ditampilkan para PSK dan mampu mengundang kaum pria.

5 of 6

4. Bersetubuh dengan Hewan

Binatang Buas Buaya
Ilustrasi Foto Buaya (iStockphoto)

Bukan rahasia umum jika ada banyak orang pada zaman Mesir Kuno yang bersetubuh dengan hewan -- salah satunya buaya. Padahal, hal ini dianggap ilegal dan melanggar hukum.

Salah satu alasan yang membuat mereka melakukan hal demikian, yaitu dengan melakukan tindakan ini dapat membawa keberuntungan.

Mereka akan menggulingkan buaya lalu bersetubuh dengan hewan ini. Mereka juga yakin, dengan berhubungan tubuh bersama buaya mampu membawa kemakmuran.

 

6 of 6

5. Masturbasi Dianggap Suci

Firaun Sesostris III
Ukiran kepala Firaun Sesostris III dari dinasti ke-12. (Sumber Wikimedia Commons)

Di zaman Mesir Kuno muncul praktik-praktik dan upacara seksual yang melibatkan masturbasi. Mereka melihat bahwa aktivitas masturbasi adalah hal yang suci dan dapat menciptakan kehidupan.

Dalam hal ini, Firaun disebut-sebut pernah melakukan masturbasi secara resmi di Sungai Nil. Hal ini dianggap menghormati dirinya sendiri dan kehidupan manusia.

Lanjutkan Membaca ↓