Kasus Jarum dan Peniti di Dalam Stroberi, Selandia Baru Larang Penjualan Produk Australia

Oleh Liputan6.com pada 21 Sep 2018, 08:00 WIB
Diperbarui 21 Sep 2018, 08:00 WIB
Stroberi di Australia
Perbesar
Rak di Coles Supermarket di Brisbane, Australia, yang biasanya diisi dengan strawberry punnets, terlihat kosong, 14 September 2018. (AP Photo via VOA Indonesia)

Liputan6.com, Wellington - Ketakutan akan stroberi berisi jarum dan peniti telah meluas ke Selandia Baru. Imbasnya, sejumlah toko melarang penjualan produk yang berasal dari Australia.

Laporan temuan kontaminasi jarum di dalam stroberi kemasan terus meluas. Sejak pertama kali ditemukan di Queensland pada pekan lalu, kasus serupa juga dilaporkan ada di Sydney, New South Wales (NSW) dan Adelaide Hills, Australia Selatan.

Pemerintah negara bagian Queensland, Australia menawarkan imbalan 72 ribu dolar Australia (Rp 777 juta) bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi terkait. Sebab hingga kini, polisi masih terus menyelidiki 'dalang' di balik tindak kejahatan tersebut.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison bahkan mendesak agar parlemen meningkatkan hukuman bagi pelaku yang dengan sengaja ingin melukai orang-orang, dari 10 tahun penjara menjadi 15 tahun.

"Saya tidak main-main. Anda telah mempertaruhkan hidup para buruh di Australia dan membuat anak-anak ketakutan," kata Morrison mengungkapkan kemarahannya kepada pelaku yang belum diketahui identitasnya, seperti dilansir dari VOA Indonesia, Jumat (21/9/2018). "Anda adalah seorang pengecut dan kami akan terus memburu Anda."

Semenatar itu, polisi Australia Selatan mengatakan, pada kasus pertama, buah stroberi berisi jarum ditemukan pada kemasan merek "Mals Black Label" yang dibeli pada Sabtu sore pekan lalu dari supermarket Klosess Foodland di Littlehampton.

Tidak ada laporan terkait korban terluka karena mengonsumsi buah manis tersebut, tetapi seluruh stok yang tersisa di supermarket telah disingkirkan.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

6 Merek Stroberi Disabotase

Stroberi di Australia
Perbesar
Polisi Queensland mengumumkan mereka telah memulai penyelidikan stroberi yang terkontaminasi jarum jahit dan pin pada hari Rabu, 12 September 2018. (Queensland Police)

Sebelumnya dilaporkan bahwa sebanyak enam merek stroberi kemasan di Australia telah ditarik dari peredaran di pasar setelah ditemukan jarum jahit dan peniti di dalam daging buahnya. Keenam merek tersebut adalah Obsession Berry, Berry Licious, Love Berry, Donnybrook Berries, Delightful Strawberries, dan Oasis.

Sebagian merek ini dijual di supermarket Coles dan Woolworth di Queensland, New South Wales dan Wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory).

Bagi konsumen yang sudah terlanjur membeli merek-merek tersebut, polisi menyarankan agar mereka berhati-hati ketika menggigit atau memakan stroberi itu. Bila menemukan jarum jahit atau peniti kecil terselip di dalamnya, maka segera laporkan ke kantor polisi terdekat.

Beberapa pekan lalu, seorang ibu di New South Wales, Australia, menemukan tiga jarum yang diselipkan di dalam daging buah stroberi dari salah satu merek terkait. Dia pun mempostingnya ke Facebook.

Wanita beranama Faugeras Chantal itu mengisahkan bahwa putrinya yang berumur 10 tahun menggigit bagian buah yang telah disisipkan jarum jahit pada hari Rabu, 12 September 2018. Beruntung, anaknya tidak terluka.

Chantal kemudian menemukan dua jarum lagi di dalam daging buah stroberi yang dia dapatkan dari supermarket Coles di Wingham. Mengetahui fakta tersebut, dia langsung memutuskan untuk memeriksa buah lain demi mencegah kecelakaan terjadi.

Lanjutkan Membaca ↓