Elon Musk Gandeng Miliarder Jepang Ikut Wisata Perdana ke Bulan

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 19 Sep 2018, 09:01 WIB
Diperbarui 21 Sep 2018, 08:13 WIB
Elon Musk menunjuk miliarder Jepang Yusaku Maezawa sebagai penumpang perdana perjalanan wisata ke Bulan (AP)

Liputan6.com, Tokyo - Perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk, SpaceX, telah mengumumkan sosok penumpang pribadi pertamanya, yang akan berkesempatan terbang mengelilingi Bulan.

Miliarder sekaligus taipan mode online Yusaku Maezawa (42) mengumumkan: "Saya memilih pergi ke Bulan."

Dikutip dari BBC pada Selasa (18/9/2018), misi ini direncanakan berlangsung pada 2023 mendatang, dan akan menjadi perjalanan pertama manusia ke Bulan sejak misi Apollo 11 pada 1972 silam.

Namun, rencana itu tetap bergantung pada sistem roket yang tengah dibangun, dan Elon Musk memperingatkan: "Ini tidak berarti 100 persen kami pasti bisa membawa misi tersebut menyentuh Bulan dalam jangka waktu tertentu."

Pengumuman itu dibuat di markas SpaceX di Kota Hawthorne, negara bagian California, pada hari Selasa.

Perusahaan mengatakan penerbangan antariksa dengan Roket Big Falcon (BFR) --sistem peluncuran yang diresmikan oleh Musk pada tahun 2016-- mewakili "langkah penting menuju akses yang memungkinkan bagi orang-orang yang bermimpi bepergian ke ruang angkasa".

Sebelumnya di Twitter, Elon Musk sudah mengisyaratkan bahwa penumpang perdana wisata ke Bulan akan berasal dari Jepang.

Di lain pihak, Maezawa menjadi berita utama tahun lalu setelah membayar US$ 110 juta (setara Rp 1,6 triliun) untuk sebuah lukisan karya seniman akhir era Renaisans, Jean-Michel Basquiat, di sebuah lelang di New York.

Penggila seni itu mengatakan pada hari Senin, bahwa dia akan mengundang enam hingga delapan seniman dari seluruh dunia untuk bergabung dengannya dalam perjalanan ke Bulan itu.

"Mereka akan diminta untuk menciptakan sesuatu, setelah mereka kembali ke Bumi. Mahakarya ini akan menginspirasi para pemimpi di dalam kita semua," katanya kepada wartawan.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 of 2

Misi Manusia ke Bulan Setelah 1972

Bulan
Ilustrasi: misi pendaratan ke bulan (sumber: NASA)

Sejauh ini hanya 24 orang yang berkesempatan mengunjungi Bulan, di mana semuanya adalah warga Amerika Serikat. Secara terperinci, mereka terdiri dari 12 orang yang mendarat di bulan, dan sisanya mengitari permukaan satelit alami Bumi itu.

Nasa Apollo 17 pada bulan Desember 1972 menandai terakhir kali manusia mendarat di bulan, atau melampaui orbit Bumi yang rendah.

Dijelaskan bahwa Maezawa tidak akan benar-benar mendarat, melainkan dia hanya akan melakukan perjalanan dengan apa yang disebut "lintasan bebas", yang akan membawa kapal BFR-nya kembali ke Bumi setelah ia berada di sekitar atmosfer Bulan.

Pada hari Senin, Elon Musk merilis visual terbaru tentang proyek Rocket Big Falcon dan pesawat ruang angkasa yang akan membawa penumpang di sekitar Bulan.

Visual baru tersebut mengkonfirmasi beberapa perubahan desain pada pesawat ruang angkasa, termasuk tiga sirip besar di dekat bagian belakang dan perisai panas hitam di bagian bawah pesawat.

Lanjutkan Membaca ↓