Ini 5 Mitos tentang BAB yang Salah Kaprah Menurut Ilmuwan

Oleh Afra Augesti pada 15 Sep 2018, 20:40 WIB
Diperbarui 15 Sep 2018, 20:40 WIB
Ilustrasi BAB (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Dokter naturopati, ahli gizi dan salah satu pendiri Taymount Clinic, Enid Taylor, mengatakan kepada The Mirror bahwa banyak mitos yang beredar di tengah masyarakat terkait buang air besar atau BAB pada manusia.

Mislanya tentang warna tinja saat BAB yang dianggap menjadi salah satu gambaran kesehatan seseorang. Faktanya, warna kotoran yang berbeda atau tidak coklat sperti biasanya dipengaruhi oleh pola diet dan makanan yang dikonsumsi.

Selain itu, mitos seperti apa lagi yang erat dikaitkan dengan BAB? Berikut 5 di antaranya, seperti dikutip dari Body And Soul, Sabtu (15/9/2018).

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 6 halaman

1. BAB Butuh Waktu Lama

Ilustrasi BAB (iStock)
Ilustrasi BAB (iStock)

Sebagian orang berpendapat bahwa BAB membutuhkan waktu lama. Akan tetapi, anggapan ini ditampik oleh Enid yang menyatakan, BAB tidak pernah menghabiskan waktu berjam-jam.

"Tidak masalah jika Anda menunggu agak lama atau ingin lebih cepat. Itu semua bergantung pada preferensi masing-masing orang," paparnya.

Ia menambahkan, BAB harus dilakukan dengan rileks agar tidak pedih, dan jangan mengejan saat BAB karena ini bisa membuat perut sakit.

3 dari 6 halaman

2. Warna Tinja Harus Coklat

Ilustrasi BAB (iStock)
Ilustrasi BAB (iStock)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, warna tinja orang sehat adalah coklat kekuningan. Namun jangan buru-buru mengambil kesimpulan negatif jika tinja Anda tidak berwarna demikian meski tubuh dalam kondisi prima dan bugar.

Enid menuturkan, jenis makanan yang Anda makan juga mempengaruhi 'hasil akhir'. Misalnya, Anda mengonsumsi terlalu banyak buah naga merah, maka tinja Anda juga akan berwarna senada dengan buah naga.

Namun, Anda juga harus berhati-hati ketika hati tidak menghasilkan empedu yang membuat warna tinja jadi cokelat. Perhatikan juga apabila tinja mengambang.

"Jika usus Anda melakukan tugasnya, ini akan mencerna minyak dan lemak, yang akan membuat tinja tenggelam. Tinja yang mengambang bukanlah sebuah masalah. Tapi jika hal seperti itu kerap terjadi, maka kemungkinan ada yang salah dengan pencernaan Anda," jelas Enid.

4 dari 6 halaman

3. Menahan Hasrat BAB Sampai Tiba di Rumah

Ilustrasi BAB (iStock)
Ilustrasi BAB (iStock)

Tidak ada seorang pun yang ingin menahan keinginan untuk BAB ketika berada di tempat kerja atau ruang publik. Menahannya sebenar mungkin tidak masalah, namun jangan terlalu lama. Sebab semakin lama kotoran ditahan, semakin banyak air diserap dan semakin keras tinja.

Inilah faktor penyebab sembelit dan rusaknya usus besar.

5 dari 6 halaman

4. Kotoran Bau Tanda Tak Sehat

Ilustrasi BAB (iStock)
Ilustrasi BAB (iStock)

Adalah kewajaran kotoran bau, karena itu berarti usus Anda menyingkirkan bakteri jahat dan racun. Pola diet dengan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur dapat mengurangi tingkat bau menyengat tinja.

Daging, susu, bawang putih dan beberapa sayuran --termasuk kubis-- mengandung sulfur yang tinggi dan dapat meningkatkan bau hajat. Makan makanan cepat saji juga salah satu penyebab tinja sangat bau.

6 dari 6 halaman

5. Orang Sehat BAB Sehari Sekali

Suplemen kesehatan (iStockphoto)
Ilustrasi suplemen kesehatan (iStockphoto)

BAB sehari sekali bukan berarti Anda sehat. Frekuensi berapa pun Anda BAB, masih bisa dikattakan sehat selama tidak mempengaruhi kualitas hidup dan tidak disebabkan oleh intoleransi makanan. Demikian menurut Enid.

Hal yang perlu diperhatikan adalah Anda harus melihat apakah ada sesuatu tidak biasa ketika BAB, dan ini bertahan lebih dari 6 minggu. Apabila terjadi demikian, segera periksa ke dokter.

 

Lanjutkan Membaca ↓