Jangan Marah, Lakukan 10 Hal Berikut agar Kepala Tetap Dingin Saat Kesal

Oleh Afra Augesti pada 13 Sep 2018, 19:40 WIB
Diperbarui 13 Sep 2018, 19:40 WIB
Marah dan Teriak
Perbesar
Ilustrasi Teriak dan Marah di Telpon (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Kemarahan adalah emosi alami yang mencerminkan keadaan batin manusia. Marah dapat membantu seseorang --secara naluri-- untuk mengidentifikasi dan merespons situasi berbahaya.

Meski kerap dikaitkan dengan sesuatu yang buruk, marah juga bisa menjadi kekuatan pendorong yang hebat untuk membantu kita melakukan hal-hal baik. Akan tetapi, saat naik pitam, seseorang cenderung menjadi tak terkendali dan labil.

Ini adalah pemicu stres dan masalah dalam sebuah hubungan, entah itu dengan rekan kerja, kerabat, teman, lingkungan sekitar dan bahkan dengan diri sendiri.

Lalu, bagaimana cara untuk menjaga kepala Anda agar tetap dingin saat marah?

Berikut 10 hal yang bisa dilakukan agar Anda dapat mengelola emosi saat kesal dan mengambil langkah destruktif di bawah kendali diri sendiri, dikutip dari Bright Side, Kamis (13/9/2018).

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Tuliskan Alasan Anda Marah pada Secarik Kertas dan Hancurkan

Ilustrasi Tulisan Tangan Dokter dan Dokter (iStockphoto)
Perbesar
Adib Menduga Bahwa Secarik Kertas yang Terdapat Tulisan Tangan Dokter yang Sulit Dibaca itu Adalah Rekam Medik Rawat Jalan Pasien (Ilustrasi/iStockphoto)

Tulis penyebab Anda marah pada selembar kertas. Catat dengan sangat rinci perasaan Anda saat itu juga. Kegiatan ini mampu meredakan ketegangan yang sangat besar dari tubuh Anda.

Perhatikan setiap hal kecil yang membuat Anda kesal dan menggambarkannya sedetail mungkin. Bebaskan pikiran Anda dari pikiran-pikiran ini.

Setelah merasa cukup membuat tulisan tersebut, Anda dapat membuang daftar itu atau menghancurkan, merobek dan merusaknya. Kata peneliti, setelah Anda melakukannya, maka stres akan lenyap untuk selamanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Dapatkan Bentuk Cinta dan Kasih Sayang

Sandiaga Uno dan Erick Thohir Berpelukan
Perbesar
Sandiaga Uno dan Erick Thohir Berpelukan (Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

Sesuatu yang sederhana, seperti pelukan, dapat dengan mudah membantu Anda untuk mengelola kemarahan, karena pelukan --terutama dari orang terkasih-- mampu meningkatkan kadar oksitosin yang merupakan neurotransmitter (senyawa organik endogenus membawa sinyal di antara neuron).

Neurotransmitter bisa mengurangi stres dan gangguan jiwa lainnya. Dengan demikian, Anda akan lebih bahagia dan lebih senang, apa pun situasinya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Kunyah Permen Karet

Permen karet (iStock)
Perbesar
Ilustrasi permen karet. (iStockphoto)

Mengunyah permen karet dapat membantu Anda memadamkan api emosi yang mengerikan terhadap orang-orang di sekitar Anda. Pernyataan ini telah dibuktikan oleh sains.

Saat mengunyah permen karet, otomatis rahang Anda akan bergerak. Otot-otot di wajah dan di dalam tubuh perlahan-lahan melepaskan ketegangan. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4. Jalan Kaki

Ilustrasi jalan kaki olahraga untuk orang dengan nyeri lutut (iStock)
Perbesar
Ilustrasi jalan kaki olahraga untuk orang dengan nyeri lutut (iStock)

Anda perlu melakukan beberapa latihan fisik untuk meredam marah. Berjalanlah sejauh 1 mil (1,6 km) atau selama sekitar 20 menit. Selain jalan kaki, Anda juga bisa melakukan push-up.

Kedua jenis latihan fisik tersebut akan membantu otak Anda menghasilkan endorfin atau dikenal sebagai hormon kebahagiaan yang membakar energi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5. Nyanyikan Lagu Kesukaan

Ilustrasi bernyanyi (iStock)
Perbesar
Ilustrasi bernyanyi (iStock)

Cara ini mungkin terdengar sedikit mengejutkan, tetapi menyanyi sebenarnya adalah cara terbaik untuk mengurangi stres dan marah. Nyanyikan lagu favorit Anda saat suasana hati sedang buruk. Posisikan diri Anda di tempat yang tenang dan nikmati waktu Anda.

Menyanyi disebut oleh peneliti dapat meredakan ketegangan otot dan membuat Anda berada dalam suasana hati yang jauh lebih menyenangkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6. Makan Makanan yang Garing

Ilustrasi Keripik Kentang
Perbesar
Ilustrasi Keripik Kentang (iStockphoto)​

Makan camilan yang renyah ketika Anda merasa sangat marah. Manusia senang mendengarkan suara yang renyah. Oleh karena itu, mental bisa terasa bebas.

Makan sesuatu yang bersifat renyah juga bisa membantu meredakan ketegangan di rahang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

7. Tiup Ibu Jari Tangan

Mesut Ozil
Perbesar
Playmaker Arsenal Mesut Ozi selalu mengemut jari jempolnya, sementara jari tangan lainya membuat simbol huruf M setiap habis mencetak gol. (spiritarsenal.blogspot.com)

Jika Anda merasa jantung Anda berdebar cepat karena perasaan marah dan frustrasi, mungkin Anda bisa mencoba sesuatu yang tidak terduga namun cukup efektif: meniup jempol tangan.

Sebagian orang berpendapat bahwa hal ini terdengar lucu, tetapi ibu jari Anda memiliki denyut tersendiri dan dengan meniupnya, Anda akan menenangkan denyut nadi dan menormalkan detak jantung.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

8. Lakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Ilustrasi mesin cuci (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi mesin cuci (iStockphoto)

Melakukan pekerjaan rumah tangga yang berulang akan benar-benar membuat Anda tenang dalam waktu singkat. Anda bisa berkebun, menanam biji tanaman, merawat hewan peliharaan, menata pakaian di dalam lemari atau merapikan isi laci Anda.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

9. Berdiri Dekat Tanaman

Tanaman Hias
Perbesar
Ilustrasi Foto Tanaman Hias (iStockphoto)

Berada di dekat tanaman selama sekitar 10 menit akan membantu mengisi otak Anda dengan oksigen yang sangat dibutuhkan. Anda akan berpikir lebih jernih, oleh karena itu aktivitas itu lebih mudah menyingkirkan kemarahan Anda.

Selain itu, Anda bisa menggunakan bunga melati atau lavender untuk menghilangkan kecemasan dan tidur nyenyak.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

10. Atur Waktu Marah Anda

Fashion
Perbesar
Ilustrasi fashion jam (iStockphoto)

Cara termudah dan mungkin tercepat untuk mengelola kemarahan Anda adalah mengatur waktu emosi Anda. Ketika menyadari bahwa banyak waktu terbuang karena aktivitas itu, maka seterusnya Anda akan menganggap kalau hal tersebut tidak berarti.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya