17 Tahun Pasca-Serangan 9/11, Stasiun Kereta Bawah Tanah New York City Dibuka Lagi

Oleh Tanti Yulianingsih pada 10 Sep 2018, 08:31 WIB
Diperbarui 12 Sep 2018, 08:13 WIB
Kereta pertama tiba di stasiun yang dibuka kembali setelah 17 tahun. (Metropolitan Transportation Authority/MTA)

Liputan6.com, New York City - Stasiun kereta bawah tanah New York City dibuka untuk pertama kalinya sejak hancur 17 tahun lalu dalam serangan teroris 11 September 2001. Hampir 3.000 orang tewas dan ribuan lainnya terluka saat itu.

Cortlandt Street pada jalur 1 terkubur di bawah puing-puing ketika dua menara World Trade Center runtuh, akibat para pembajak menabrakkan pesawat ke dalamnya pada tragedi yang juga dikenal dengan 9/11.

Pada Sabtu, 8 September 2018 waktu setempat, orang-orang disambut di stasiun yang baru berganti nama, WTC Cortlandt, saat kereta pertama melintas pada tengah hari.

"WTC Cortlandt lebih dari sekadar stasiun kereta bawah tanah baru," kata Ketua Metropolitan Transportation Authority (MTA) New York City, Joe Lhota, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari BBC, Senin (10/9/2018).

"Ini adalah simbol dari tekad warga New York memulihkan dan secara substansial memperbaiki seluruh situs World Trade Center."

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

 

2 of 2

Dilengkapi Teknologi Canggih

Stasiun kereta bawah tanah New York City yang dibuka kembali setelah 17 tahun tutup akibat serangan 11 September 2001 (9/11). (Metropolitan Transportation Authority/MTA)
Stasiun kereta bawah tanah New York City yang dibuka kembali setelah 17 tahun tutup akibat serangan 11 September 2001 (9/11). (Metropolitan Transportation Authority/MTA)

Stasiun baru yang sepenuhnya sudah dapat diakses ini direnovasi dengan biaya US$ 181,8 juta, menurut New York Times.

Bagian langit-langit stasiun sepenuhnya baru, dan jalur sepanjang 365 meter (1.200 kaki) juga kembali dibuat ulang.

Saat ini bahkan fasilitas tersebut dilengkapi teknologi canggih, seperti sistem ventilasi udara baru untuk menjaga peron tetap dingin, dan lebih sedikit jalur untuk membantu mengatur arus penumpang.

Sementara dindingnya dihiasi dengan mosaik marmer putih, bertuliskan Deklarasi Kemerdekaan AS dan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB 1948.

Lanjutkan Membaca ↓