Ada Ulat di Makanan Konsumen, IKEA India Didenda Rp 2,1 Juta

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 05 Sep 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 07 Sep 2018, 20:13 WIB
IKEA Buka Toko Pertama di India

Liputan6.com, New Delhi - Toko funitur dan peralatan rumah tangga IKEA cabang India didenda setelah seorang pelanggan menemukan ada ulat di dalam makanan yang ia pesan di salah satu restoran toko itu.

Kejadian bermula ketika seorang pria bernama Abeed Mohammad mencuitkan pengalaman buruknya itu di akun Twitter pribadinya @abeedmohammed9, demikian dikutip dari laman BBC, (5/9/2018).

Dalam cuitannya, Abeed mengkritik sajian yang ia beli di salah satu restoran resmi yang ada di dalam bangunan IKEA tersebut.

Menanggapi hal ini, raksasa furnitur dari Swedia menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. Sebab, mereka baru membuka IKEA pertama kalinya di India pada Agustus lalu.

Cuitan yang disampaikan oleh Abeed Mohammad ini lalu viral dan jadi bahan perbincangan di media sosial.

Untuk itu, pihak IKEA langsung mendorong tim-nya melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel makanan yang dijual di toko tersebut.

Setelah penyidikan berlangsung, pihak IKEA dikenakan denda atas keteledoran ini. Pihak berwajib menjatuhkan denda uang sebesar US$ 141 atau setara dengan Rp 2,1 juta.

"Ada ulat di hidangan makanan. Manajemen IKEA telah mengakui bahwa ada masalah kebersihan dan kesehatan yang serius," kata pihak berwajib itu.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Posisi IKEA di Dunia

IKEA Buka Toko Pertama di India
Para pelanggan berjalan di luar IKEA saat membuka toko pertamanya di Hyderabad, Kamis (9/8). Perusahaan furnitur Swedia itu membuka toko pertamanya di India, lima tahun setelah menerima persetujuan untuk berinvestasi di negara itu. (AP/Mahesh Kumar A.)

IKEA menjadi salah satu perusahaan yang menempati posisi teratas brand atau merk yang paling terkenal di dunia.

Peringkat ini dikeluarkan oleh situs bisnis Forbes yang merilis 20 brand yang dinilai paling memiliki ikatan emosional bagi para konsumennya.

Survey tersebut merupakan hasil kerjasama dengan lembaga pemeringkat, Havas Media yang mengukur brand apa saja yang dinilai memiliki penilaian lebih dari konsumen berdasarkan pengaruh dari sejarah, ekonomi, kesehatan sampai dengan lingkungan hidup.

Brand yang melekat di hati konsumen untuk urutan pertama ditempati oleh IKEA yang dinilai memiliki andil dalam perkembangan industri ritel kebutuhan properti rumah tangga. Perusahaan yang berdiri di Swedia ini terus mengalami perkembangan yang pesat, dan menjadi pemimpin pasar di lingkup bisnisnya.

Bagi para konsumen, IKEA telah berhasil menyediakan produk-produk yang cukup lengkap dengan inovasi-inovasi yang terus berkembang.

Lanjutkan Membaca ↓