Ini Koin Termahal di Australia, Menarik Pembeli dari Asia dan Timur Tengah

Oleh Liputan6.com pada 05 Sep 2018, 07:31 WIB
Koin termahal dalam sejarah Australia (sumber: West Australia Government)

Liputan6.com, Perth - Produsen dan distributor koin koleksi Perth Mint meluncurkan koin paling mahal dalam sejarah Australia. Koin emas itu bertatahkan berlian senilai hampir AU$ 2,5 juta atau Rp 25 miliar lebih.

Koin emas Discovery didasarkan pada koin dolar berlubang, yang diperkenalkan Gubernur Lachlan Macquarie pada 1814.

Koin ini terbuat dari bahan 99,99 persen emas dan mengandung empat berlian Argyle merah muda.

Menurut CEO Perth Mint, Richard Hayes, hal itu melambangkan kemewahan dan eksklusivitas.

"Emas dan berlian adalah milik kita yang paling berharga," ujarnya, seperti dikutip dari ABC Indonesia, Rabu (5/9/2018).

"Secara individual, mereka mengekspresikan daya pikat dan keanggunan, tapi ketika dipadukan, kedua harta masa lalu ini menjadi warisan kita untuk masa depan," ucap Hayes.

Koin Discovery ini, kata dia, menceritakan kisah luar biasa Australia dalam meraih kekayaan.

Koin itu menggambarkan sebuah kapal, seorang pencari emas dan pohon boab untuk menandai wilayah Kimberley di Australia Barat.

Berlian merah muda pada koin itu saja bernilai sekitar AU$ 1,7 juta.

Menurut Hayes banyak peminat internasional untuk koleksi kualitas tinggi ini terutama karena adanya unsur berlian.

"Mengenai berlian merah muda sendiri, secara harafiah Anda menggenggam seluruh produksi tahun dalam telapak tangan," katanya.

"Mereka mengolah ratusan ton tanah untuk menghasilkan apa yang bisa Anda genggam, sehingga menjelaskan betapa sangat langkanya (berlian ini)," ujarnya lagi.

Tujuh versi koin dicetak sebelum akhirnya mencapai bentuk keindahan unik koin senilai AU$ 2,48 juta ini.

Menteri Pertambangan Australia Barat, Bill Johnston, mengatakan produk koin ini merupakan penghargaan bagi kerajinan tangan negara bagian tersebut.

"Ini bukti kualitas pengerjaan yang dapat dilakukan oleh Perth Mint sehingga kami dapat memproduksi koin Discovery ini," katanya.

"Warga Australia Barat mungkin tak menyadari aktivitas di Perth Mint. Ini tujuan wisata penting, tapi juga merupakan industri ekspor utama," jelas Johnston.

Koin Discovery dijadwalkan tetap dipajang di Perth Mint hingga 28 September, kecuali terjual sebelum itu.

Koin termahal dalam sejarah Australia itu diperkirakan akan ditawar oleh pembeli dari Asia atau Timur Tengah.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Ini Dia Koin Termahal di Dunia, Berapa Harganya?

Koin Double Eagle yang termahal di dunia, harganya mencapai Rp 101,1 miliar 4
Koin Double Eagle yang termahal di dunia, harganya mencapai Rp 101,1 miliar (file / Liputan6.com)

Uang koin pada umumnya hanya menjadi receh yang tampak seperti aksesoris setiap dompet. Jangan salah, satu koin langka yang berasal dari Amerika Serikat ternyata bernilai hingga ratusan miliar.

Adalah koin Double Eagle bernilai US$ 20 yang akhirnya terjual dengan harga fantastis, yaitu US$ 7,59 juta atau Rp 101,1 miliar (kurs: Rp 13.319/US$). Koin yang dibuat pada 1933 itu akhirnya terjual mahal di rumah lelang Sotheby's pada 2002.

Hingga saat ini, sang pembeli menolak namanya dipublikasikan ke masyarakat umum. Dengan harga Rp 101,1 miliar, tentu saja koin Double Eagle menjadi yang termahal di dunia. Sebelumnya, koin Double Eagle juga pernah ditampilkan di National Museum di Praha.

Koin misterius Double Eagle sebenarnya telah diciptakan pada 1850. Itu merupakan koin Double Eagle bernilai US$ 20 yang pertama kali dicetak.

Sebanyak 445.500 koin lain dicetak pada 1933 di tengah Great Depression. Tapi seluruh koin itu tak pernah disebarkan pada masyarakat karena presiden yang baru dilantik kala itu Presiden Franklin Delano Roosevelt menerbitkan larangan penggunaan koin emas.

Itu diambil guna mengamankan sistem perbankan yang berada dalam bahaya karena orang mampu melakukan apa saja demi koin itu. Seluruh koin diperintahkan untuk dihancurkan pada 1937, tapi segenggam koin diperkirakan berhasil diselamatkan.

Jelas sekali Koin US$ 20 tersebut merupakan koin langka. Para agen Secret Service Amerika Serikat bahkan membutuhkan waktu sekitar 60 tahun untuk menarik koin sejenis dari peredaran. 

Dari total setengah juta, kini hanya 13 koin Double Eagle yang tersisa di seluruh dunia. Pada 2003, Joan Langbord, putri pengusaha perhiasan mengatakan dirinya menemukan 10 koin pada deposito sang ayah.

Sepuluh koin itu ditemukan setelah sang ayah wafat. Dia mengatakan, sang ayah menemukannya secara legal, mungkin dari perdagangan emas.

Penemuan itu lantas diperiksa oleh pihak berwajib guna mengetahui autentifikasinya. Hingga akhirnya, 10 koin itu dinyatakan asli. Pemerintah lantas mengumumkan berita menggembirakan tersebut.

Namun, pemerintah merasa keluarga tak berhak memiliki dan menjaga koin langka tersebut. Hingga akhirnya tercatat 13 koin serupa berhasil beredar, meski keluar instruksi penghancuran saat pertama kali dicetak.

Lanjutkan Membaca ↓