Jadi Sorotan Dunia, Jakarta-Palembang 2018 Disebut Sebagai Asian Games Terbaik dalam Sejarah

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 03 Sep 2018, 11:04 WIB
Diperbarui 05 Sep 2018, 10:13 WIB
Kembang Api Hiasi Upacara Penutupan Asian Games 2018

Liputan6.com, Jakarta - Usai sudah Asian Games 2018, multi-event terbesar di Asia, yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018

Ada banyak kisah yang mewarnai Asian Games 2018, dari acara pembukaan yang spektakuler, bersatunya dua Korea dalam naungan bendera unifikasi, fenomena Jojo alias pebuliutangkis Jonatan Christie, skandal memalukan yang menimpa atlet Jepang, hingga pelukan pesilat Hanifan Yudani Kusumah yang mempersatukan Jokowi dan Prabowo.

Selama dua pekan, sejumlah media asing beramai-ramai menyoroti Indonesia selaku tuan rumah dan salah satu peserta dalam Asian Games 2018.

Hingga ditutup pada 2 September lalu, banyak media asing memberikan tinjauan positif terhadap Tanah Air. Mulai dari prestasi perolehan medali yang tak terduga dengan raihan 31 emas --membuat RI bertengger di peringkat empat-- hingga efisiensi dan efektifitas Jakarta, Palembang, serta kota-kota di sekitarnya selama bertindak sebagai tuan rumah.

"Dengan tuan rumah Indonesia menyajikan pertunjukkan kelas dunia --meski ada sejumlah kendala logistik dan komunikasi, sesuatu yang selalu ada di setiap perhelatan akbar semacam Olimpiade-- Asian Games (2018) telah benar-benar muncul sebagai acara multisport terbesar kedua di dunia. Tidak hanya dalam hal jumlah peserta tetapi juga dalam kualitas atlet dan kemampuan mengorganisasi acara."

Kutipan di atas merupakan tulisan Nazvi Careem, jurnalis surat kabar ternama Hong Kong South China Morning Post (SCMP) dalam artikelnya yang berjudul 'Asian Games: Sun Yang, Jordan Clarkson and other world-class athletes help Indonesia stage the best Games ever', seperti dikutip pada Senin (3/9/2018).

Careem juga memuji kapabilitas INASGOC, dan terkhusus, puluhan ribu muda-mudi sukarelawan dari Indonesia yang selama dua pekan berperan sebagai 'gerigi roda' kecil guna memuluskan gerak operasional sebuah 'mesin besar' bernama Asian Games 2018.

"Para sukarelawan Indonesia ... yang berjumlah lebih dari 30.000 orang, adalah yang terbaik yang pernah ada dan telah memainkan peranan besar dalam menyukseskan the (Asian) Games," tinjau Careem.

Tinjauan positif juga datang dari surat kabar ternama Amerika Serikat The New York Times, yang melansir kantor berita AS The Associated Press (AP), dengan memasang tajuk berita berjudul: "Asian Games Close: Indonesia Shows It's the 'Energy of Asia'", yang rilis pada 2 September.

Presiden Dewan Olimpiade Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah memberi sambutan pada Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK, Jakarta, Minggu (2/9). Presiden OCA menyelipkan beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia dalam pidato (ADEK BERRY/AFP)

"Syekh Ahmad al-Fahad al-Sabah dari Kuwait, Presiden Dewan Olimpiade Asia, mendapat tepuk tangan meriah ketika ia menyatakan kalimat kepada seisi stadion (Gelora Bung Karno) yang penuh berupa: 'Terima kasih Jakarta, terima kasih Palembang. Kalian berhasil'," AP menulis, seperti dilansir The New York Times.

Ulasan baik juga datang dari surat kabar ternama India New Indian Express, yang mengutip kantor berita United News of India (UNI), dengan memasang tajuk berita berjudul: "Indonesia bids emotional farewell to Asian Games 2018 with fabulous closing ceremony."

"Indonesia mengejutkan banyak penentang dengan menggelar Asian Games yang spektakuler, menggelar upacara penutupan di tengah serangan alam (hjan deras) pada hari terakhir, ketika stadion GBK yang penuh sesak dengan manusia bersama-sama menantang peluang untuk menyambut kesuksesan negara mereka dalam menyelenggarakan the (Asian) Games," UNI menulis, seperti dilansir The New Indian Express.

Pesta kembang api menghiasi Stadion Gelora Bung Karno selama upacara penutupan Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu (2/9). Sejumlah artis dalam dan luar negeri meriahkan acara penutupan. (AFP Photo/Bay Ismoyo)

Senada, outlet media India Business Standard, yang mengutip kantor berita India Press Trust of India, memberikan ulasan baik dalam artikelnya yang berjudul "Asian Games 2018: Indonesia bids farewell to 15-day sporting extravaganza".

"Bagi penyelenggara, (upacara penutupan) ini adalah akhir dari sebuah kampanye yang intens dan sukses, setelah mendapat empat tahun untuk mempersiapkan agenda multi-olahraga terbesar kedua di dunia, setelah penarikan diri Vietnam. Memiliki dua kota - Jakarta dan Palembang - sebagai tuan rumah adalah yang pertama dalam sejarah pertandingan, membuat tugas yang sangat berat menjadi semakin sulit," Press Trust of India menulis, seperti dilansir The New Indian Express.

Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Tahun ini, Tanah Air finish di posisi keempat, dengan perolehan 98 medali (31 emas, 24 perak, 43 perunggu. China keluar sebagai juara umum dalam edisi ke-18 Asian Games, dengan total 289 medali (132 emas, 92 perak, 65 perunggu) --menjadi catatan positif tersendiri bagi negara yang akan menjadi tuan rumah pada 2022.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Kota Hangzhou Bersiap

Penyambutan Kota Hangzhou Sebagai Tuan Rumah Asian Games 2022
Pendiri Alibaba Group Jack Ma menyemarakkan Upacara Penutupan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/9). Jack Mamemperkenalkan kota Hangzhou sebagai lokasi penyelenggaraan Asian Games 2022 (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Penyelenggaraan Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang baru saja berakhir, tetapi persiapan untuk edisi ke-19 tahun 2022 mendatang sudah berjalan sejak 2018 ini.

Kota kuno China, Hangzhou, yang terkenal akan danau dan kuilnya yang indah, akan menjadi tuan rumah Asian Games empat tahun mendatang.

Tempat-tempat olahraga dan jalur kereta baru sedang dibangun, dalam apa yang dilihat sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan di kota yang berkembang pesat, demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu 2 September 2018.

Dijuluki "teratai raksasa" oleh penduduk setempat, Pusat Olahraga Olimpiade Hangzhou, yang direncanakan akan selesai pada bulan September, dapat menampung 80.000 orang dan akan menjadi lokasi berlangsungnya Asian Games pada tahun 2022.

Pusat Olahraga Olimpiade terletak di distrik baru Hangzhou, Kota Qianjiang Century --di mana sejumlah konstruksi juga sedang berlangsung.

Dengan perkantoran dan apartemen kelas atas, Qianjiang Century adalah bagian dari strategi urbanisasi terbaru Hangzhou untuk mengembangkan daerah tepian Sungai Qiantang sepanjang 235 kilometer.

Ketika selesai, area itu akan menjadi pusat komersial dan bisnis baru bersama dengan proyek pengembangan lainnya, Qianjiang New City di seberang jalur air.

Stadion dan venue pertandingan Asian Games juga akan menjadi bagian dari transformasi dari wajah Kota Hangzhou secara keseluruhan.

Lanjutkan Membaca ↓