Diserbu Migran dari Venezuela, Pemerintah Ekuador Tetapkan Status Darurat Nasional

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 14 Agu 2018, 09:01 WIB
Diperbarui 14 Agu 2018, 09:01 WIB
Brasil Gagal Atasi Ekuador

Liputan6.com, Quito - Pemerintah Ekuador baru saja mengumumkan keadaan darurat nasional di tiga negara bagian utara, setelah gelombang besar pengungsi dari Venezuela yang dilanda krisis masuk melalui Kolombia.

Langkah ini dimaksudkan untuk membantu membangun infrastruktur untuk menampung para pendatang baru, yang tidak memiliki status pengungsi kemanusiaan di Ekuador, seperti halnya terjadi pada beberapa negara Amerika Latin lainnya.

Kementerian Luar Negeri dan Mobilitas Manusia mengatakan dalam sebuah pernyataan, Rabu 8 Agustus, bahwa dalam beberapa hari terakhir, jumlah imigran Venezuela yang tiba di Ekuador setiap harinya telah meningkat menjadi 4.200 orang, dan rencana darurat diperlukan untuk membantu mereka.

Santiago Chavez, wakil menteri mobilitas manusia, mengatakan rencana itu akan "memberikan respon yang efektif dan kuat dalam manfaat pelestarian mereka yang memasuki wilayah Ekuador". Demikian sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pada Senin (13/8/2018).

Sebagai bagian dari rencana tersebut, petugas imigrasi tambahan akan ditugaskan ke lokasi terkait. Selain itu, lebih banyak dokter, pekerja sosial dan psikolog akan dikirim ke Carchi, Pinchincha dan El Oro --tiga provinsi sepanjang perbatasan Ekuador dengan Kolombia-- untuk membantu para imigran yang sakit atau berusia lanjut.

Organisasi bantuan internasional juga akan membantu dalam upaya menyediakan tenda, air, dan makanan.

Disebutkan oleh pemerintah Ekuador bahwa insiatif ini merupakan yang pertama kalinya diajukan sebagai status darurat, di mana hal tersebut setidaknya akan berlangsung hingga akhir Agustus.

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

 

2 dari 2 halaman

Langkah-langkah khusus

Warga Venezuela mengantre di tempat memberikan suara untuk Pilpres 2018. (AP Photo/Juan Carlos Hernandez)
Warga Venezuela mengantre di tempat memberikan suara untuk Pilpres 2018. (AP Photo/Juan Carlos Hernandez)

Sejumlah negara Amerika Latin memperkenalkan langkah-langkah khusus untuk mengatasi migrasi dari Venezuela, yang kini dipimpin oleh Presiden Nicolas Maduro, dan menderita krisis politik, sosial dan ekonomi yang terus meluas.

Pada bulan Agustus, mantan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos, memberikan 440.000 izin tinggal sementara bagi para pengungsi Venezuela, yang memungkinkan mereka untuk belajar, bekerja dan mendapatkan perawatan medis di negara tersebut.

Brasil mengumumkan keadaan darurat pada Mei dan sempat menutup perbatasan utara dengan Venezuela pada Selasa, 7 Agustus 2018.

Di lain pihak, Argentina telah mengambil tindakan terhadap 31.167 warga Venezuela di bawah undang-undang yang memungkinkan mereka untuk singgah di Negeri Samba "ketika ada alasan luar biasa bersifat kemanusiaan".

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait