Dalam Waktu Dekat, RI Siap Kerja Sama Bangun Infrastruktur di Ethiopia

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 10 Agu 2018, 10:01 WIB
Pertemuan antara Menteri Public Enterprises Ethiopia, Y.M. Teshome Toga (ujung kiri) dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M Fachir (ujung kanan) di Addis Ababa (8/8/2018) (sumber: Kemenlu RI)

Liputan6.com, Addis Ababa - Pemerintah Indonesia siap bekerja sama membangun infrastruktur di Ethiopia dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M Fachir pada saat pertemuan bilateral dengan Menteri Public Enterprises Ethiopia, Y.M. Teshome Toga, di Addis Ababa, 8 Agustus 2018.

Dalam kunjungan ini, Wamenlu RI didampingi oleh Dubes RI Addis Ababa, Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu), PT. Wijaya Karya (WIKA) dan Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

"Kami berharap dapat segera mengidentifikasi proyek pengembangan infrastruktur antara Indonesia dengan Ethiopia yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat," ujar Wamenlu Fachir melalui pernyataan tertulis yang Liputan6.com muat Jumat (10/8/2018).

Wamenlu RI berharap bahwa proyek yang sedang diidentifikasi tersebut dapat menjadi salah satu kesepakatan bisnis konkret Indonesia dengan Ethiopia untuk diumumkan pada Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenlu RI turut mengundang pemerintah dan pebisnis Ethiopia berpartisipasi aktif pada forum yang akan diselenggarakan pada 20-21 Agustus 2019 di Indonesia tersebut.

Tawaran tersebut mendapat tanggapan positif dari Menteri Toga mengingat Indonesia memang merupakan mitra ekonomi potensial Afrika, termasuk Ethiopia, serta terlihat dari komitmen Indonesia yang datang dengan delegasi yang cukup besar.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Pembangunan Rel, Jalan hingga Perumahan

Lokomotif produksi PT INKA.
Lokomotif produksi PT INKA (sumber: PT INKA)

Sebelumnya, PT. WIKA telah menyatakan kesiapan untuk dapat berkontribusi dalam proyek-proyek infrastruktur yang sedang direncanakan Ethiopia.

Adapun nilai proyek infrastruktur yang diidentifikasi sebesar $US 30-50 juta. Salah satu proyek yang potensial adalah pembangunan jalur kereta api di Ethiopia. Selain itu, juga terdapat potensi kerja sama dalam hal pembangunan infrastruktur energi, perumahan dan prasarana jalan raya.

Ethiopia merupakan negara di kawasan Afrika Timur yang memiliki jumlah penduduk kedua terbesar di Afrika Sub-Sahara.

Saat ini Ethiopia telah berkembang cukup pesat dan berhasil menjadi hub penerbangan di benua Afrika melalui maskapai nasionalnya, yaitu Ethiopian Airlines.

Lanjutkan Membaca ↓