Pesawat Produksi Indonesia 'Dilirik' Maskapai Ethiopia

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 10 Agu 2018, 08:31 WIB
Diperbarui 12 Agu 2018, 08:13 WIB
CN235 produksi PT Dirgantara Indonesia (Foto: Direktorat Jendral Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI)

Liputan6.com, Addis Ababa - Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir bersama dengan delegasi PT. WIKA dan Indonesia Eximbank telah melakukan pertemuan dengan CEO Ethiopia Airlines (ET), Tewolde Gebremariam, beserta jajaran manajemen ET pada tanggal 8 Agustus 2018 di Addis Ababa, Ethiopia.

Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah upaya konkret untuk meningkatkan kerja sama dengan Ethiopia dan Afrika secara keseluruhan dengan memanfaatkan ET yang telah membuka jalur penerbangan ke Jakarta. Demikian seperti dikutip dari rilis Kemlu RI yang dimuat Liputan6.com pada Jumat (10/8/2018).

Wamenlu RI menyampaikan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah promosi Indonesia melalui flyer dan video singkat mengenai potensi dan pariwisata Indonesia dalam in-flight entertainment di pesawat-pesawat ET, terutama rute menuju Jakarta.

CEO Ethiopia Airlines, Tewolde Gebremariam bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir di Addis Ababa (8/8/2018) (sumber: Kemlu RI)

Selain itu, Wamenlu RI juga ingin menjajaki kemungkinan pemanfaatan kargo ET untuk mengangkut komoditas ekspor Indonesia ke Ethiopia dan didistribusikan ke seluruh negara Afrika.

CEO ET menyambut antusias usulan Wamenlu RI dan menyatakan bahwa ET siap untuk menjadi mitra Indonesia, baik untuk mempromosikan barang-barang Indonesia ke Ethiopia dan Afrika secara keseluruhan, juga membantu promosi pariwisata Tanah Air.

Ditambah lagi, ET juga berminat untuk membeli pesawat produksi Indonesia untuk penerbangan domestik, serta membangun fasilitas perakitan (assembly) pesawat di Ethiopia untuk menjadi hub distribusi ke negara lainnya.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Infrastruktur Penerbangan

Pesawat CN235 MPA RI Produksi PT Dirgantara Indonesia
(ilustrasi) CN235 MPA produksi PT Dirgantara Indonesia (Foto: Direktorat Jendral Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan RI / PTDI)

CEO Ethiopia Airlines (ET), Tewolde Gebremariam juga mengajak Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan sejumlah infrastruktur terkait penerbangan, seperti bandara, hangar, dan fasilitas lainnya di Ethiopia dan Negara Afrika lainnya.

ET merupakan maskapai nasional Ethiopia yang didirikan sejak tahun 1945 dan dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Ethiopia. ET telah menjadi salah satu maskapai terbesar di Afrika dengan lebih dari 115 destinasi internasional.

Lanjutkan Membaca ↓