Restoran India di Australia Ini Bagikan Makanan Gratis ke Gelandangan

Oleh Liputan6.com pada 07 Agu 2018, 09:31 WIB
Diperbarui 07 Agu 2018, 09:31 WIB
Ilustrasi makanan India (iStock)
Perbesar
Ilustrasi makanan India (iStock)

Liputan6.com, Brisbane - Ashish Sood adalah seorang pria yang sempat menjadi gelandangan di Brisbane, Australia. Saat mengalami kehidupan yang terpuruk, pria ini sempat memiliki cita-cita untuk memiliki restoran sendiri.

Tujuannya cukup mulia. Bukan hanya sebagai penyambung hidup, dengan restoran itu ia berharap agar dapat memberikan makanan secara cuma-cuma pada gelandangan. Sekarang, mimpi Ashish Sood menjadi kenyataan.

Dikutip dari laman ABC Indonesia, Selasa (7/8/2018), pada saat pindah ke Brisbane, Australia, Ashish Sood menggelandang selama dua minggu dan tidur di taman terbuka pada malam hari.

Sekarang setelah 10 tahun, ia berhasil memiliki restoran dan dia menepati janjinya membantu mereka yang kurang beruntung.

Kini, staf di Restoran Ginger dan Garlic di Adelaide Street di Brisbane CBD telah membagikan kari, samosa, roti naan dan kerupuk pappadam bagi mereka yang tidak memiliki rumah.

Pria berusia 33 tahun tersebut sudah memberikan makanan gratis kepada para gelandangan ini selama lima bulan terakhir.

Dia mengenal semua yang datang. Kebanyakan adalah pria, namun beberapa perempuan yang memiliki anak.

"Apapun yang ingin mereka makan, saya senang memberikan apa yang ingin mereka makan." kata Sood.

"Sudah ada makanan yang kami masak sebelumnya dan saya tidak mau membuang makanan itu ke tong sampah, jadi bagus ada yang mau menyantapnya."

Dan Sood mengatakan bahwa pelanggan tetap di restorannya juga mendukung apa yang dilakukannya.

"Mereka senang. Mereka memberikan acungan jempol, mereka membantu agar saya melakukan lebih banyak lagi. Saya senang dengan hal tersebut."

"Ini membuat saya bangga."

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gelandangan Rindu Interaksi Sosial

Ilustrasi Australia
Perbesar
Ilustrasi Australia (AP)

CEO sebuah rumah yang menjadi tempat penampungan gelandangan 3rd Space Brisbane Sara Harrup mengatakan bahwa Sood telah mempertahankan sebuah interaksi sosial.

"Makanan adalah cara yang bagus untuk membantu orang lain, juga cara yang baik untuk membangun hubungan dengan orang lain." kata Harrup.

"Khususnya bagi para gelandangan dalam masyarakat kita, yang sering dipandang dengan sebelah mata, banyak orang yang tidak nyaman berbicara dengan atau mengenai gelandangan. Jadi menjembatani kesenjangan dan mendekatkan komunitas adalah hal yang bagus."

Harrup mengatakan di pusat kota Brisbane, terdapat sekitar 1700 orang gelandangan yang tidak memiliki rumah setiap malamnya.

"Ini tidak berarti mereka tidur di sembarang tempat, definisi gelandangan adalah mereka yang tinggal di rumah orang lain, tinggal di tempat penampungan sementara atau tinggal di kamar tamu orang lain.

Beberapa bulan lalu dilaporkan bahwa jumlah gelandangan di Australia naik lebih dari 14 ribu orang atau sekitar 14 persen selama lima tahun sampai tahun 2016.

Lanjutkan Membaca ↓