Belasungkawa Presiden Singapura untuk Korban Gempa Lombok

Oleh Afra Augesti pada 06 Agu 2018, 18:53 WIB
Diperbarui 06 Agu 2018, 18:53 WIB
Halimah Yacob
Perbesar
Halimah Yacob (AP Photo/Wong Maye-E)

Liputan6.com, Singapura - Gempa Lombok kembali mengguncang kawasan utara pulau wisata itu.  Lindu berkekuatan 7 skala Richter tersebut terjadi pada pukul 18.46 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pusat gempa Lombok berada pada kedalaman 15 km, 8.25 Lintang Selatan dan 116.49 Bujur Timur Laut atau  27 km Timur Laut Lombok Utara, NTB.

BMKG juga mengungkapkan, kekuatan gempa Lombok kali ini berpotensi memunculkan gelombang laut besar atau tsunami. Namun peringatan ini dicabut beberapa jam setelahnya.

Gempa Lombok pada Minggu petang itu menewaskan sedikitnya 82 orang, serta melukai ratusan lainnya. Ribuan bangunan juga dilaporkan rusak.

Getarannya disebut terasa hingga pulau Bali, ujung timur pulau Jawa, dan pesisir barat Pulau Sumbawa Besar.

Sejumlah wisatawan lokal dan mancanegara yang sedang berada di kota wisata itu panik, sebagian besar dari mereka langsung mencari perlindungan ke tempat yang relatif aman. Tak terkecuali para artis luar negeri dan beberapa pejabat dari negara sahabat.

Merespons gempa Lombok, Presiden Singapura Halimah Yacob dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Surat tersebut disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Singapura.

 

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Isi Surat dari Singapura

Mayoritas Korban Gempa Masih Berada di Lapangan dan Halaman Rumah
Perbesar
Korban luka akibat gempa di Lombok dirawat di luar Rumah Sakit (06/08/2018). Foto: Twitter Sutopo Purwo Nugroho

Dalam surat tersebut, Halimah dan Hsien Loong menyampaikan belasungkawanya atas musibah yang melanda Lombok pada tanggal 5 Agustus 2018. Keduanya juga menyampaikan penawaran bantuan dari pemerintah Singapura untuk membantu para korban pascabencana, berdasarkan prioritas yang disebutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Saya berduka mengetahui gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 5 Agustus 2018, yang menewaskan banyak orang tak bersalah dan menyebabkan kerusakan signifikan. Atas nama rakyat Singapura, saya menyampaikan belasungkawa sepenuh hati kepada keluarga-keluarga korban dan berharap mereka yang terluka cepat pulih," demikian pernyataan Presiden Halimah.

Sedangkan PM Hsien Loong menuliskan, "Atas nama pemerintah Singapura, saya menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap gempa bumi kedua di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 5 Agustus 2018. Singapura menawarkan bantuan untuk mendukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Doa kami menyertai Indonesia dan rakyatnya yang menjalani masa sulit ini."

Apabila tawaran tersebut diterima oleh Presiden Jokowi, maka Indonesia akan menerima sumbangan sebesar US$ 100.000 sebagai dana awal, menyusul kemudian sumbangan publik yang diprakarsai oleh Singapore Red Cross (Palang Merah Singapura).

Lanjutkan Membaca ↓