Donald Trump Akhirnya Mengakui Pertemuan Putranya dengan Pengacara Rusia

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 06 Agu 2018, 12:35 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AP PHOTO via Breitbart)

Liputan6.com, Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengakui putranya bertemu dengan seorang pengacara Rusia pada Juni 2016 "untuk mendapatkan informasi tentang lawan". Namun, hal itu disebutnya sebagai kebebasan berinteraksi secara legal, tidak ada yang dilebih-lebihkan atau disembunyikan.

Pernyataan tersebut, menurut beberapa pengamat, adalah yang paling tanpa "tedeng aling-aling" sejauh ini terkait isu pertemuan rahasia antara putranya, Donald Trump Jr dengan pengacara --yang berkaitan dengan-- Kremlin, Natalia Veselnitskaya, pada Juni 2016.

Dikutip dari BBC pada Senin (6/8/2018), Penasihat Khusus Robert Mueller sedang menyelidiki temuan-temuan intelijen AS tentang dugaan orang-orang Rusia berkomplot mempengaruhi pemilihan mendukung Trump.

Namun, Presiden Donald Trump menyangkal adanya tuduhan kolusi tersebut. Dia menyebut penyelidikan yang sedang berlangsung di AS itu sebagai "perburuan politik terbesar dalam sejarah".

Di lain pihak, Rusia telah berulang kali membantah klaim telah turut campur dalam proses pemilihan presiden November 2016, di mana Trump mengalahkan pesaing Demokrat, Hillary Clinton.

Pada Minggu 5 Agustus, media AS termasuk Washington Post, CNN dan AP melaporkan bahwa Donald Trump khawatir putranya bisa berada dalam masalah hukum karena pertemuan 9 Juni 2016 dengan Veselnitskaya. Mereka mengutip beberapa sumber tanpa nama.

Presiden Trump menanggapi dalam sebuah twit: "Laporan Berita Palsu, fabrikasi lengkap, bahwa saya prihatin tentang pertemuan putra saya, Donald, di Trump Tower. Ini adalah pertemuan untuk mendapatkan informasi tentang lawan, benar-benar legal dan dilakukan sepanjang waktu dalam politik - dan itu terjadi di mana-mana. Aku tidak tahu lebih selain itu!"

Twit terakhir Presiden Trump dinilai bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dari pihak pendukung tentang isu pertemuan tersebut.

Ketika pertemuan itu pertama kali dilaporkan oleh New York Times, Donald Trump Jr mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia dan Veselnitskaya telah banyak membahas program yang ditangguhkan bagi masyarakat Amerika, termasuk tentang isu adopsi anak-anak Negeri Beruang Merah.

Namun, ia kemudian mengakui bahwa dirinya telah menyetujui pertemuan tersebut, setelah diberi tahu bahwa ada tawaran informasi yang akan merugikan Nyonya Clinton. Dia juga merilis pertukaran email yang memuat perihal pertemuan itu.

Media AS kemudian melaporkan bahwa presiden AS telah terlibat dalam pernyataan awal yang dikeluarkan putranya pada pertemuan tersebut.

Hal tersebut awalnya ditolak oleh pihak Presiden Trump, tetapi pengacaranya kemudian menegaskan bahwa ia sebenarnya mendiktekan pernyataan putranya.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

 

2 of 2

Simpang Siur Kesaksian Donald Trump

Donald Trump Jr
Donald Trump Jr (AFP)

Adalah hal yang biasa bagi politikus AS untuk meneliti lawan-lawan mereka selama kampanye.

Namun, para ahli hukum mengatakan bahwa Trump Jr berpotensi melanggar hukum dana kampanye, yang melarang menerima sesuatu yang berharga dari pemerintah asing atau warga negara asing.

Tanggapannya yang tampaknya antusias terhadap tawaran informasi tentang Nyonya Clinton juga bisa melanggar undang-undang konspirasi.

Tim kampanye Trump telah menyatakan bahwa Trump Jr akhirnya tidak menerima informasi yang merusak tentang Hillary Clinton pada pertemuan tersebut.

Salah satu pengacara Trump, Jay Sekulow, mengatakan pada hari Minggu bahwa pertemuan itu tidak melanggar hukum.

"Pertanyaannya adalah hukum, kode etik atau aturan apa yang dilanggar? Tidak ada yang merujuk salah satunya," kata Sekulow kepada ABC News.

Media AS melaporkan tahun lalu bahwa beberapa penasihat presiden khawatir bahwa campur tangan Rusia dapat menempatkannya --dan beberapa lingkaran dalamnya-- dalam bahaya hukum.

Lanjutkan Membaca ↓