Mirip Organ Intim, Nama-Nama Desa Ini Bikin Anggota DPR Ghana Terpingkal-pingkal

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 28 Jul 2018, 15:00 WIB
Ilustrasi Tertawa

Liputan6.com, Accra - Sidang di parlemen Ghana pada Kamis 26 Juli 2018 berlangsung penuh gelak tawa. Tak ada yang bisa menjaga wajahnya tetap lurus ketika anggota DPR, John Frimpong Osei membacakan nama-nama desa yang menjadi konstituennya.

Ia mempertanyakan kapankah area-area tersebut akan mendapatkan akses listrik.

Apa yang lucu dari nama-nama desa yang dibacakan Osei?

Ternyata, nama-nama dalam Bahasa Twi tersebut mengandung istilah organ intim, baik perempuan maupun laki-laki.

Misalnya, Etwe nim Nyansa, jika diterjemahkan dalam Bahasa Inggris berarti "vagina is wise", Kote ye Aboa berarti "penis is a fool", dan Shua ye Morbor yang artinya "testicles are sad".

"Menyediakan listrik bagi mereka mungkin akan mengganggu kegiatan malam hari," canda Menteri Energi Ghana, Boakye Agyarko, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (28/7/2018).

Kemudian, Pak Menteri mengatakan survei akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara agar desa-desa di daerah pemilihan Abirem di Wilayah Timur bisa terkoneksi dengan jaringan listrik nasional. Kali itu, ia mengatakan dengan bersungguh-sungguh.

Tak hanya anggota parlemen yang heran, banyak warga Ghana yang sebelumnya tak pernah mendengar nama desa-desa tersebut, sebelum akhirnya dibacakan di gedung DPR. Mereka pun bertanya-tanya soal asal-usul penamaan tersebut.

Sidang di parlemen Ghana pada Kamis 26 Juli 2018 berlangsung penuh gelak tawa. (UTV)

Wartawan BBC di Ghana, Thomas Naadi mengatakan, nama-nama sebuah daerah biasanya diberikan pada pemukim yang pertama menghuninya, yang diambil dari pengalaman hidup orang-orang tersebut.

Sementara itu, hampir 80 persen populasi di Ghana telah memiliki akses ke jaringan listrik. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat rata-rata di seluruh Afrika, menurut laporan terbaru Bank Dunia pada 2016.

 

2 of 2

Kisah Pria Bernama Phuc Dat Bich

Phuc Dat Bich kini bisa menggunakan akun Facebook sesuai namanya
Phuc Dat Bich kini bisa menggunakan akun Facebook sesuai namanya (Facebook)

Apalah arti sebuah nama, itu yang diucapkan penyair besar William Shakespeare. Namun, bagi Phuc Dat Bich, identitas yang diberikan kedua orangtuanya itu sempat membuatnya repot bukan kepalang.

Facebook menutup akun sosial medianya dengan alasan nama yang digunakan pria Australia keturunan Vietnam itu palsu atau memiliki arti yang menyesatkan (misleading).

Jika diucapkan dalam Bahasa Vietnam, maka namanya berbunyi seperti "Phoo Da Bi". Itu nama yang biasa diberikan orangtua pada anak mereka di Negeri Paman Ho.

Namun, jika 'Phuc Dat Bich' dibaca dengan pelafalan Bahasa Inggris maka bunyi dan artinya memang bisa beda.

Tak terima dengan tindakan Facebook, Bich melayangkan keberatan pada 28 Januari 2015 lalu. Foto paspor disertakan sebagai bukti.

"Aku merasa terganggu dengan fakta bahwa tak ada siapapun yang sepertinya percaya saat aku mengatakan bahwa nama asliku, yang resmi, adalah seperti apa yang Anda lihat (dalam paspor)," kata dia, seperti Liputan6.com kutip dari BBC.

"Aku dituduh menggunakan nama yang salah atau misleading. Itu sangat menyakitkan," kata pegawai bank berusia 23 tahun itu. "Apa karena aku orang Asia?

Ribuan orang merespons keluhannya tersebut. Pekan lalu, keberatannya itu bahkan dibubuhi tanda 'Like' ratusan ribu kali.

Beberapa menganjurkan agar ia memberi nama. Tapi, banyak juga yang mendukungnya untuk terus maju.

Dan perjuangan itu membuahkan hasil. Facebook membolehkan pemuda itu memasang nama asli dalam akun miliknya: Phuc Dat Bich.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait