Ketahuan Selingkuh Lewat Facebook, Kakek Ini Nekat Bunuh Istri Pakai Bantal

Oleh Liputan6.com pada 24 Jul 2018, 13:05 WIB
Jenazah

Liputan6.com, Sydney - Seorang lansia pria di Sydney membunuh istrinya menggunakan bantal setelah sang istri berhubungan kembali dengan pacar lamanya lewat Facebook.

Dikutip dari laman ABC Indonesia, Selasa (24/7/2018) Warren Francis Rogers sedang diadili atas dakwaan pembunuhan terhadap istrinya Anne (61 tahun) di rumah mereka di Sydney pada 12 September 2016.

Dalam persidangan baru-baru ini, pihak penuntut Nanette Williams menjelaskan dalam sidang di Mahkamah Agung NSW di Sydney bahwa Rogers yang berusia 68 tahun membungkam mulut istrinya dengan bantal di kamar mereka.

Ini dilakukan setelah Rogers menemukan istrinya saling berkirim pesan dengan mantan pacarnya lewat Facebook.

Penuntut mengatakan, hubungan Anne Rogers yang terus menerus dengan mantan pacarnya itu menimbulkan keributan. Kemudian pada Juli 2016, Rogers meminta istrinya untuk meninggalkan rumah keluarga.

"Saat itu, mereka kadang bertengkar di depan banyak orang." katanya.

Penuntut juga mengatakan, Anne Rogers merasa tidak bahagia dalam hidupnya sebelum meninggal. Ia sempat masuk rumah sakit setelah upaya untuk melakukan bunuh diri.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

40 Tahun Tinggal Bersama

Jenazah
Ilustrasi Foto Jenazah (iStockphoto)

Keluarga itu sudah menikah selama 40 tahun dan memiliki dua anak yang sudah dewasa. Setelah membunuh istrinya dengan bantal, Warren Rogers kemudian berusaha melakukan bunuh diri dengan memotong persendian tangannya dan masuk ke dalam bak kamar mandi.

Dia ditemukan polisi setelah anggota keluarga melapor karena Anne Rogers tidak hadir ke sebuah pesta yang telahh ia janjikan.

Kepada petugas ambulans, Rogers mengatakan bahwa istrinya berada di kamar atas dan dia membunuhnya karena dia berselingkuh dengan orang lain.

Menurut pihak penuntut, Rogers mengaku tidak bersalah melakukan pembunuhan, namun mengaku bersalah dengan tuduhan lebih ringan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

Pihak penuntut masih belum memutuskan apakah menerima pernyataan tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
Tragedi Kabut Asap