Pertemuan Menlu RI - Brunei Darussalam Hasilkan 9 Poin Penting Ini

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 20 Jul 2018, 13:48 WIB
Diperbarui 22 Jul 2018, 13:13 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menerima kunjungan kerja Second Minister of Foreign Affairs & Trade Brunei Darussalam Erywan Yusof (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima kunjungan kerja Second Minister of Foreign Affairs & Trade Brunei Darussalam Erywan Yusof, dalam koridor The 4th Joint Commission for Bilateral Cooperation Indonesia-Brunei Darussalam untuk membahas beragam isu.

Menlu Retno mengatakan bahwa ada sembilan poin yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut.

"Ada sembilan poin pembahasan yang dihasilkan dalam pertemuan ini. Sebagian ada yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya dan ada pula yang baru dibahas,” ujar Menlu Retno di Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Presiden Joko Widodo dan Sultan Hassanal Bolkiah.

"Seperti yang kita tahu, pada Mei 2018 Sultan Hassanal Bolkiah datang ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas sejumlah hal," kata Menlu Retno.

"Dari pertemuan ini, menunjukkan bahwa kedua negara punya landasan yang baik dalam hubungan kerja sama. Oleh sebabnya, pertemuan ini akan menindaklanjuti hasil pembicaraan kedua pemimpin negara," tambahnya.

Berikut ini sembilan isu penting yang dibahas dalam The 4th Joint Commission for Bilateral Cooperation Indonesia-Brunei Darussalam:

1. Semua hubungan kerja sama kedua negara berjalan dengan baik. Kedua pemimpin negara telah bertemu pada Mei 2018 untuk membahas sejumlah isu.

2. Permasalahan WNI yang bekerja di Brunei Darussalam. Sekitar 20 persen dari total warga Brunei Darussalam adalah WNI yang bekerja dan tinggal. Sehingga ada MoU seputar perlindungan dan penempatan WNI di sana.

3. Kerja sama dalam konteks industry strategy. Sultan Hassanal Bolkiah datang ke Indonesia telah berbicara soal produk militer dan RI sedang mempercepat terwujudnya hal itu.

4. Isu perdagangan manusia, narkotika dan terorisme.

5. Kerja sama bisnis dalam hal penerbangan. Akan dibuka rute penerbangan dari Brunei Darussalam menuju Balikpapan, Indonesia.

6. Agenda Join Group of Health yang sebelumnya telah dibahas tahun 2015. Akan ada kerja sama dalam produk kesehatan antara kedua negara.

7. Food Security dan kerja sama dalam bidang agrikultur.

8. Promosi Indonesia dalam menciptakan The 10 New Bali diharapkan akan ada peningkatan kunjungan wisatawan dari Brunei Darussalam ke Indonesia.

9. Dukungan Brunei Darussalam atas terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

 

 

Saksikan juga video berikut ini: 

2 of 2

Kerja Sama Ekonomi Jadi Bahasan Baru

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menerima kunjungan kerja Second Minister of Foreign Affairs & Trade Brunei Darussalam Erywan Yusof (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menerima kunjungan kerja Second Minister of Foreign Affairs & Trade Brunei Darussalam Erywan Yusof (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam Erywan Yusof mengatakan bahwa kerja sama dalam bidang ekonomi ini adalah hal baru The 4th Joint Commission for Bilateral Cooperation.

"Pertemuan ini sangat positif untuk memperkuat dan menindaklanjuti kerja sama yang telah ada,' ujar Menlu Erywan Yusof.

"Untuk kerja sama bisnis, kita melihat ada banyak peluang antara kedua negara. Seperti yang disampaikan ibu Retno Marsudi, isu ekonomi adalah hal pertama yang dibahas," tambahnya.

"Tak hanya isu ekonomi, permasalahan perlindungan WNI juga kami bahas. Dari total penduduk Brunei Darussalam, 20 persen-nya adalah WNI," imbuhnya lagi.

Lanjutkan Membaca ↓