Norwegia Akan Tingkatkan Anggaran Pertahanan demi NATO, Penuhi Keinginan Trump?

Oleh Liputan6.com pada 16 Jul 2018, 07:31 WIB

Diperbarui 18 Jul 2018, 07:13 WIB

Ilustrasi bendera NATO

Liputan6.com, Oslo - Norwegia memperbaharui komitmen finansialnya kepada Organisasi Pakta Kerja Sama Militer Atlantik Utara atau NATO. Negara Skandinavia itu akan meningkatkan anggaran belanja negaranya sesuai komitmen organisasi tersebut.

Komitmen itu diutarakan oleh Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis saat pertemuan pada Sabtu 14 Juli 2018 di Oslo.

Menhan Bakke-Jensen mengatakan, "Norwegia berkomitmen kepada sasaran kenaikan dua persen anggaran pertahanan selaras dengan komitmen NATO," namun tidak memberi rincian lebih lanjut. Demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Senin (16/7/2018).

"Kami akan meneruskan peningkatan belanja pertahanan secara substantif pada tahun-tahun mendatang," tambahnya.

Saat ini, negara kaya minyak itu membelanjakan sekitar 1,6 persen produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan.

Pembaruan komitmen itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump, dalam KTT NATO di Brussels pekan lalu, menyerukan kepala negara anggota NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka.

NATO setuju pada 2014 bahwa setiap negara anggota akan meningkatkan belanja militernya menjadi 2 persen PDB pada 2024. Tetapi para diplomat mengatakan, hanya dua pertiga dari persekutuan 29 negera itu --tidak termasuk AS-- punya rencana yang realistis untuk mencapai tingkat 2 persen pada 2024.

Di sisi lain, AS telah membelanjakan 3,57 persen dari PDB-nya untuk pertahanan pada 2017.

 

Simak video pilihan berikut:

2 of 2

Desakan Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AP PHOTO)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AP PHOTO)

Sementara itu, dalam sebuah konferensi pers usai KTT NATO di Brussels, Presiden AS Donald Trump memastikan bahwa negara anggota pakta kerja sama militer tersebut telah bersedia untuk menaikkan anggaran pertahanannya selaras, atau bahkan melebihi, komitmen 2014.

Berkomentar soal rencana kenaikan anggaran militer negara anggota NATO, Trump mengatakan, "Semua orang telah setuju untuk meningkatkan komitmen mereka. Mereka akan meningkatkannya hingga ke tataran yang belum pernah mereka pikirkan sebelumnya."

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan menarik AS keluar dari NATO jika negara anggota NATO tidak segera meningkatkan anggaran pengeluaran militer --yang merupakan usulan utama sang presiden AS dalam KTT NATO di Brussels, Belgia, pada Rabu, 11 Juli 2018.

Ketika ditanyakan ditanyakan soal langkah AS yang akan menarik diri dari organisasi tersebut, Donald Trump mengatakan:

"Saya rasa saya bisa melakukannya," kata Trump seperti dikutip dari CNN.

"Tapi itu semua tidak perlu. Mereka (kepala pemerintahan negara NATO) telah melangkah hari ini, lebih jauh dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya," ujarnya mengindikasikan bahwa kepala negara NATO telah sepakat untuk menaikkan anggaran pertahanan mereka.

Sebelum menjabat pada Januari 2017, Donald Trump telah mengecam NATO karena tidak menyediakan anggaran lebih banyak untuk pertahanan. Namun, kecaman itu dianggap berbagai pihak "tak relevan" karena Trump tampak tidak memahami pendanaan NATO, sambil di satu sisi, berulang kali mengeluh bahwa organisasi itu telah "berutang" sangat besar.

Lanjutkan Membaca ↓