Meski Didemo Ribuan Orang, Donald Trump Tetap Main Golf di Skotlandia

Oleh Elin Yunita Kristanti pada 14 Jul 2018, 22:00 WIB
Diperbarui 16 Jul 2018, 21:13 WIB
Melania Trump

Liputan6.com, Jakarta Donald Trump berada di resor golf Trump Turnberry miliknya saat ribuan orang turun ke jalanan kota Edinburgh, Skotlandia untuk memprotes kunjungannya pada Sabtu 14 Juli 2018 waktu setempat. 

Tak ragu, ia pun mengayunkan tongkat golf miliknya meski mengalami penolakan. Bermain golf adalah aktivitas yang sudah ia rencanakan. 

Sang miliarder nyentrik bersama sang istri, Melania Trump dan sejumlah anggota keluarganya kini berada di Skotlandia, tepatnya di kawasan Pantai Ayrshire, dalam rangka kunjungan pribadi, untuk menikmati akhir pekan.

Kepergiannya ke Skotlandia, tanah kelahiran sang ibu Mary Anne Trump, dilakukan pasca-pertemuan dengan Perdana Inggris Theresa May dan Ratu Elizabeth, juga jelang konferensi tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki pada Senin 16 Juli 2018. Ia tinggal di sebuah hotel yang dibelinya pada 2014 lalu.

Seperti halnya di Inggris, kunjungan Donald Trump ke Skotlandia juga disambut aksi demo. Sekitar 10 ribu demonstran diperkirakan akan berkumpul di Edinburgh sepanjang Sabtu.

Para pengunjuk rasa berjalan dari kompleks parlemen Skotlandia ke Taman Meadows untuk melakukan apa yang disebut sebagai 'Karnaval Perlawanan' (Carnival of Resistance). Aksi tersebut digagas oleh kelompok Scotland United Against Trump.

Sementara, ratusan demonstran berada di titik terdekat dengan Turnberry yang bisa dicapai. Mereka berhadapan dengan polisi yang berdiri membentuk pagar betis untuk menjaga resor tempat Donald Trump berada.

Kunjungan orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut disertai operasi pengamanan dalam skala besar.

Penembak jitu atau sniper disiagakan di bangunan bertingkat yang didirikan sementara, untuk mengawasi lapangan golf tempat Donald Trump mengayunkan tongkatnya.

Sementara, sejumlah besar polisi berpatroli di kawasan sekitarnya. Sebelumnya, sesaat setelah Donald Trump memasuki resor pada Jumat malam, seorang demonstran melakukan paralayang dekat dengan lokasi hotel.

Sang demonstran menerobos zona larangan terbang dengan membawa baner bertuliskan, "Trump: well below par #resist". Polisi kini sedang melacak pihak-pihak yang terkait dengan aksi tersebut.

Oranisasi Greenpeace mengaku berada di balik aksi paralayang tersebut. "Itu bukan tindakan yang berbahaya. Kami memberitahu polisi sekitar 10-15 menit sebelumnya," kata juru bicara Greenpeace, Ben Stewart.

Stewart menambahkan, pihaknya berpendapat, penting bagi Donald Trump untuk melihat langsung demonstran.

"Ada puluhan, mungkin ratusan ribu orang yang turun ke jalan di Inggris," kata dia.

Namun, tak semua sepakat dengan demonstrasi tersebut. Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox mengatakan kepada BBC, para demonstran anti-Trump sedang "mempermalukan dirinya sendiri".

"Tidak merefleksikan sikap baik dan keramahan orang Inggris," kata dia.

Donald Trump yang mendarat di Bandara Prestwick disambut Menteri Luar Negeri Skotlandia, David Mundell, yang mengatakan bahwa kunjungan sang presiden ke Skotlandia adalah "kesempatan untuk memperkuat ikatan penting antara AS dan Inggris."

 

Saksikan video menarik soal Donald Trump berikut ini: 

2 dari 2 halaman

Skotlandia Tolak Kebijakan Donald Trump

Balon Bayi Trump
Aktivis mengembangkan balon bayi Presiden AS Donald Trump di London, 10 Juli 2018. Kemunculan balon berpopok itu mungkin bisa memperburuk ketegangan antara Wali Kota Sadiq Khan dan Trump, yang sebelumnya saling cibir di Twitter. (AFP/Isabel INFANTES)

Para pengunjuk rasa berbaris melewati Konsulat AS menuju Meadows, sebuah taman di mana 'Karnaval Perlawanan' sedang digelar.

Sebuah balon raksasa, berbentuk Donald Trump versi bayi besar, yang melayang di luar Gedung Parlemen di London pada Jumat pagi -- akan terbang di Meadows.

Para pengunjuk rasa dari segala usia membawa poster dengan tulisan 'dump Trump' dan 'Tweet this' saat menggelar protes damai di jalanan kota Edinburgh. Polisi memperkirakan, sudah ada 5.000 orang bergabung dalam pawai tersebut.

"Saya pikir, Donald Trump mewakili apa yang kami coba ajarkan pada anak-anak kami sebagai hal yang salah," kata Paul Trotter dari Edinburgh, seperti dikutip dari CNN. "Itu mengapa kami turun ke jalan hari ini." 

Kirsty Haigh, salah satu penyelenggara demonstrasi, mengatakan bahwa aksi protes  dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Trump dan kebijakannya tidak bisa diterima di Skotlandia. 

Ia berpendapat, pemerintah Inggris seharusnya tidak berusaha untuk mengikuti apa yang dilakukan. "Trump, yang ibunya adalah orang Skotlandia, kerap memanfaatkan keterkaitannya dengan wilayah ini," kata Haigh. 

Namun, perasaan Trump tak berbalas. "Gagasan bahwa kami di Skotlandia mengiyakan sikap politiknya dan menghargai dia, adalah hal yang menggelikan," kata dia. 

Sementara itu, aksi pro-Donald Trump direncanakan digelar di London, di dekat Kedubes AS. Sejumlah figur dari kelompok sayap kanan dijadwalkan akan berorasi. 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait