Makan Biskuit Mengandung Racun Tikus, 2 Bocah Terkena Radang Jantung

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 26 Jun 2018, 16:40 WIB
Diperbarui 28 Jun 2018, 16:13 WIB
Ilustrasi Biskuit (iStock)

Liputan6.com, Hezhou - Dua orang bocah laki-laki di China dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif lantaran mengalami kerusakan jantung akibat mengonsumsi biskuit yang terkontaminasi racun tikus.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Selasa (26/6/2018), kala itu dua bocah laki-laki tersebut sedang bermain di rumah tetangganya yang terletak di Hezhou, Guangxi Zhuang, China.

Rupanya, mereka memakan biskuit yang telah dicampur dengan racun untuk umpan tikus. Keduanya berhasil diselamatkan dari maut. Tetapi ada permasalahan lain yang harus mereka hadapi.

Dua bocah itu mengalami peradangan jantung dan cukup berbahaya apabila tidak dirawat.

"Kasus yang parah dapat menyebabkan aritmia yang signifikan atau bahkan gagal jantung," ujar Jiang Jingbai, kepala departemen darurat rumah sakit di Hezhou, Guangxi Zhuang, China.

Dua anak malang ini rupanya jauh dari perhatian kedua orangtuanya. Selama ini mereka dibesarkan oleh sang kakek. Sementara dua orangtua kakak beradik itu bekerja di luar kota.

Bahkan, kondisi sang kakek yang sudah semakin menua membuat mereka harus mengurusi segala keperluan pria tersebut.

Saat mengetahui dua bocah ini tak sadarkan diri, para tetangga langsung membawanya ke rumah sakit. Mereka juga mengingatkan sang kakek untuk tetap menjaganya.

"Anak-anak pasti tidak mengerti. Mereka bermain dan melihat biskuit dan langsung memakannya," ujar sang kakek.

 

*Pantau hasil hitung cepat atau Quick Count Pilkada 2018 untuk wilayah Jabar, Jateng, Jatim, Sumut, Bali dan Sulsel. Ikuti juga Live Streaming Pilkada Serentak 9 Jam Nonstop hanya di liputan6.com.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 of 2

Keracunan Labu

Ilustrasi labu
Ilustrasi labu (iStock)

Kasus keracunan makanan juga pernah terjadi sebelumnya. Berikut ini kisahnya.

Tak ada yang mengira jika sebuah labu dapat membuat dua orang perempuan di Prancis kehilangan rambutnya. Setelah diselidiki, ternyata mereka berdua mengalami keracunan labu.

Dikutip dari Live Science, dalam laporan terbaru yang dipublikasi di jurnal JAMA Dermatology, dijelaskan kasus keracunan yang menimpa dua perempuan tersebut.

Pada kasus pertama, seorang perempuan dan keluarganya merasakan sejumlah gelaja seperti mual, muntah, dan diare beberapa jam setelah mengonsumsi sup labu yang rasanya agak pahit.

Seminggu kemudian, perempuan itu mengalami kerontokan rambut dalam jumlah besar yang membuat kepalanya sampai botak. Namun, tak ada satu pun dari keluarganya yang mengalami hal serupa.

Dalam kasus kedua, seorang perempuan mengalami muntah-muntah hebat satu jam setelah mengonsumsi labu yang juga rasanya pahit. Namun, tak ada orang lain yang mengalami hal serupa meski mengonsumsi labu yang sama.

Sekitar tiga minggu kemudian, ia kehilangan rambut dalam jumlah banyak. Rambut di ketiak dan kemaluannya pun mengalami hal serupa.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by