Menhan AS Segera Berkunjung ke China untuk Bahas 3 Masalah Ini

Oleh Liputan6.com pada 26 Jun 2018, 06:54 WIB
Diperbarui 28 Jun 2018, 06:13 WIB
Menteri Pertahanan AS James Mattis

Liputan6.com, Washington DC - Pekan ini, Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis dijadwalkan segera terbang mengunjungi China. Agenda tersebut merupakan amanah dari Gedung Putih yang dilakukan di tengah berbagai ketengangan di antara kedua negara. 

Dikutip dari VOA Indonesia, Senin (25/6/2018), terdapat tiga sengketa utama, yang menurut beberapa pengamat, akan dibahas dalam kunjungan Mattis ke Tiongkok, yaitu kebijakan Beijing di Laut China Selatan, penjualan senjata oleh AS ke Taiwan, dan isu perang tarif dagang. 

Menhan Mattis mengatakan kepada wartawan pada Minggu, 24 Juni 2018, bahwa ia ingin "melakukan upaya" terkait ambisi Tiongkok menambah posisi militernya di beberapa wilayah sengketa di Laut China Selatan.

"Saya akan berkunjung ke China dengan pikiran terbuka. Saya siap melakukan banyak dengar pendapat dengan mitra strategis kami di Beijing," ujar Mettis.

Terlepas dari isu-isu yang sensitif itu, Mattis juga berharap bisa mendapat dukungan dari China untuk menekan Korea Utara, segera menyerahkan program senjata nuklirnya. Harapan itu merupakan salah satu tujuan penting dari hasil pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura, awal Juni lalu. 

 

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 of 2

AS Bentuk Pasukan Antariksa

Donald Trump menggelar konferensi pers setelah pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-un di Singapura (AP/Wong Maye)
Donald Trump menggelar konferensi pers setelah pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-un di Singapura (AP/Wong Maye)

Sementara itu, pada awal pekan lalu, Presiden Donald Trump memerintahkan pembentukan pasukan antariksa.

Jika terwujud, hal itu kelak menjadikan Angkatan Bersenjata AS memiliki total enam cabang militer, bersama Angkatan Darat (US Army), Angkatan Laut (US Navy), Korps Marinir (US Marine Corps), Angkatan Udara (US Air Force), dan Penjaga Pantai (US Coast Guard).

Trump menyebut bahwa langkah tersebut ditujukan untuk membuat AS "mendominasi ruang angkasa". Demikian seperti dikutip dari ABC News.

"Tak cukup dengan hanya sekadar hadir di angkasa luar," kata Donald Trump dalam pidato di hadapan National Space Council Senin 18 Juni.

"Kita harus mendominasi antariksa. Dengan ini, saya memerintahkan Kementerian Pertahanan dan Pentagon untuk segera memulai proses yang diperlukan untuk mendirikan pasukan antariksa sebagai cabang militer keenam angkatan bersenjata AS

"Kita (sudah) memiliki Angkatan Udara dan kita akan memiliki pasukan antariksa. Terpisah tapi setara. Itu akan menjadi sesuatu," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓