Hindari Risiko Menyontek, Pemerintah Aljazair Matikan Internet Selama 2 Jam

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 21 Jun 2018, 11:05 WIB
Cara Mudah Dapatkan Kuota Gratis Setiap Hari di Android

Liputan6.com, Algiers - Seluruh jaringan internet di Aljazair mati total pada Rabu, 20 Juni 2018, sebagai upaya menekan angka kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional.

Pemutusan jaringan internet itu berlangsung selama dua jam, bersamaan dengan dimulai pekan ujian nasional yang berlangsung hingga Senin, 1 Juli 2018, mendatang.

Dikutip dari The Guardian pada Kamis (21/6/2018), pemutusan jaringan internet akan rutin dilakukan selama dua jam, yakni dimulai pada pukul 09.00 hingga 11.00 waktu setempat.

Tidak hanya jaringan internet kabel, koneksi online via seluler pun akan turut diputus selama dua jam.

Perangkat dengan akses internet, seperti ponsel dan tablet, dilarang dari lebih dari 2.000 pusat ujian di Aljazair.

Bahkan, petugas pengawas turut memasang detektor logam di pintu masuk pusat-pusat ujian tersebut.

Sebelumnya, sebagai upaya menghindari risiko bocornya soal, menteri pendidikan Aljazair, Nouria Benghabrit, mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan ketat di setiap lokasi percetakan kertas ujian.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

 

PRABOWO SEBUT PERUSAHAAN PERUSAK LINGKUNGAN RAMAI DI ERA JOKOWI

Tutup Video
2 of 2

Tidak Ingin Kembali Kecolongan

[Bintang] 4 Kiat Jitu Lulus SNMPTN 2015
Ilustrasi ujian sekolah | via: istimewa

Sementara itu, menurut Algerie Telecom, operator telekomunikasi terbesar di Aljazair, bahwa pemutusan jaringan internet secara berkala dilakukan atas instruksi pemerintah, yang bertujuan memastikan tes diploma sekolah menengah berjalan lancar.

Pemutusam sementara jaringan internet itu telah dijadwalkan berlangsung hingga awal pekan depan, guna memerangi kecurangan di antara lebih dari 700.000 siswa yang berpartisipasi dalam ujian nasional.

Ali Kahlane, presiden asosiasi telekomunikasi Iran AOTA, mengatakan operator diminta untuk memenuhi tuntutan pemerintah, agar tragedi kecurangan yang terjadi pada musim ujian 2016, tidak kembali terulang.

Tahun lalu, pihak berwenang meminta operator menutup akses ke media sosial, tetapi langkah itu disebut tidak sepenuhnya mengakhiri masalah.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait