Melon di Jepang Ini Terjual Seharga Rp 409 Juta

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 28 Mei 2018, 18:40 WIB
Ilustrasi melon (iStock)

Liputan6.com, Kyodo - Melon adalah salah satu buah yang paling cocok dikonsumsi pada saat musim panas. Tinggal dimasukan ke dalam lemari es dan disantap pada siang hari bersama keluarga, akan membuat kebersamaan Anda semakin nikmat.

Selama ini, melon dikenal sebagai buah yang cukup terjangkau. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, maka Anda akan mendapatkan buah berwarna hijau tersebut.

Namun, belum lama ini ada sepasang melon premium yang terjual dengan harga yang sangat fantastis.

Dikutip dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (28/5/2018), dalam sebuah lelang yang berlangsung di Jepang telah terjual dua buah melon premium seharga 3,2 juta yen atau setara dengan Rp 409 juta.

Rupanya, melon bukan hanya dianggap sebagai buah semata. Di Jepang, melon dianggap sebagai simbol atau status seseorang.

Lelang buah melon di Jepang yang secara rutin diadakan, selalu menarik jumlah pengunjung. Kebanyakan dari mereka datang untuk mengincar prestise sosial.

Jika ditukarkan dengan benda lain, maka harga dua melon ini dapat membeli sebuah mobil. Melon seharga Rp 409 juta itu berhasil dibawa pulang oleh Shinya Noda -- kepala Hokuyu Pack, perusahaan pengemasan buah dan sayuran lokal. Demikian dikutip dari laman Kyodo News.

Melon tersebut merupakan jenis Yaburi -- buah dengan kualitas terbaik. Yubari adalah nama sebuah kota di Jepang bagian utara yang terkenal karena hasil buah melon yang berkualitas.

"Melon Yubari tumbuh dengan baik karena sinar matahari di kota tersebut terjadi sejak awal Mei," ujar pejabat di pasar Tatsuro Shibuta.

Penjualan melon ini disebutkan telah mengalahkan rekor sebelumnya. Tahun lalu, penjualan melon serupa terjual dengan harga tiga juta yen atau setara dengan Rp 383 juta.

2 of 2

Melon 'Maut' di Australia Tewaskan 3 Lansia

Melon atau Rockmelon (iStockphoto)
Kini, ada 17 pasien yang dinyatakan terinfeksi listeria di seluruh Australia yang dikaitkan dengan buah rockmelon terkontaminasi itu.

Sementara itu, sebanyak tiga orang tewas dan belasan lainnya dirawat intensif, di mana sebagian besar kelompok lansia, akibat keracunan konsumsi melon yang mengandung bakteri listeria di Australia.

Dilansir dari BBC, kematian akibat keracunan bakteri listeria pada buah melon menimpa dua orang di negara bagian New South Wales, dan seorang di negara bagian Victoria.

Racun bakteri listeria ditemukan pada jenis buah melon yang dikenal dengan nama 'rockmelon', atau di beberapa tempat dikenal dengan nama cantaloupe.

Pasca kasus keracunan terkait, Dinas Kesehatan Australia segera memerintahkan penghentian sementara konsumsi rockmelon, terutama oeh konsumen lansia, wanita hamil, dan batita.

"Semua rockmelon yang dibeli sebelum tanggal 1 Maret 2018 harus segera dimusnahkan, dan sisa lainnya, sebaiknya dihindari konsumsinya untuk sementara waktu," jelas Vicky Sheppard, direktur komunikasi pada Otoritas Kesehatan New South Wales.

Hampir seluruh pasokan rockmelon telah ditarik dari sebagian besar supermarket di Australia sejak pertengahan Februari lalu, di mana dugaan penyebaran bakteri listeria diketahui mulai meluas.

Kebijakan ini dilakukan guna menghindari kian meluasnya kasus keracunan akibat bakteri listeria di tengah warga Negeri Kanguru tersebut.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

Live Streaming

Powered by