Dalam 27 Detik, Perampok di Hong Kong Curi Emas Senilai Rp 9 Miliar

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 26 Mei 2018, 20:24 WIB
Ilustrasi penipuan emas

Liputan6.com, Hong Kong - Namanya juga pencuri, pasti akan sesegera mungkin mengambil barang yang sudah ia hendaki. Bahkan, mencuri secepat kilat cukup dianggap masuk akal terlebih bagi mereka yang sudah berpengalaman.

Kasus semacam inilah yang terjadi di Hong Kong. Seorang pencuri dengan cepat mengambil sejumlah emas di sebuah toko dengan waktu kurang dari setengah menit.

Dikutip dari laman South China Morning Post, Sabtu (26/5/2018), insiden perampokan ini terjadi di sebuah toko perhiasan yang ada di sebuah mal.

Tepatnya di toko perhiasan Prince di Harbour City Mall, Tsim Sha Tsui, pencuri emas itu menggondol emas senilai 5 juta dolar Hong Kong atau setara dengan Rp 9 miliar dalam waktu 27 detik saja.

Aksi ini terekam dalam kamera pemantau di toko emas. Dalam aksi tersebut, terlihat dua orang mengenakan topi dan masker hitam masuk dan mencuri emas.

Padahal, emas-emas tersebut telah disimpan dalam sebuah rak yang telah dikunci. Namun, ia dapat membuka paksa rak dengan alat bantu. Seluruh emas pun raib karena dimasukkan semua ke dalam tasnya.

Insiden ini terjadi saat beberapa petugas di toko emas masih berada di tempat pada Rabu, 23 Mei 2018 malam.

Sementara rekannya mengambil semua emas, perampok yang satu lagi memeringatkan orang-orang dan petugas di toko emas untuk tidak melawan berbekal senjata tajam yang ia pegang.

Perhiasan yang berhasil dibawa lari oleh perampok ini adalah kalung, cincin, gelang dan aksesoris lainnya.

Petugas polisi yang dipanggil ke lokasi kejadian langsung melakukan pencarian pada saat itu juga. Kedua tersangka kini buron dan masih diselidiki keberadaannya.

Inspektur polisi Hong Kong, Chan Ka-ying meminta pada pengunjung mall ataupun saksi mata lain untuk melaporkan keberadaan pelaku apabila melihatnya. Toko emas ini pun kembali beroperasi keesokan hari-nya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 of 2

Incar Rolex, Perampok Potong Tangan Korban

20160206-Ilustrasi-Pembunuhan-iStockphoto
Ilustrasi Pembunuhan dengan Senjata Tajam (iStockphoto)

Sebelumnya pada November 2011, seorang pria asal Taiwan kehilangan tangan kiri karena ulah tiga perampok yang ingin merampas jam tangannya. Hu Chi, yang sedang mengunjungi tunangannya di Putian, Provinsi Fujian, China, dirampok oleh tiga orang pria yang memotong tangannya yang mengenakan arloji Rolex berlapis emas serta cincin emasnya.

Perampok juga mengambil uang tunai milik Hu Chi senilai sekitar Rp 6 juta.

Dengan tangan yang sudah hampir putus, dia segera dilarikan ke rumah sakit namun polisi yang datang ke tempat kejadian malah menunda operasi untuk menyambungkan kembali tangan itu secara utuh karena harus menulis laporan resmi perampokan.

Sekitar tiga jam kemudian, dokter mengatakan kepada Hu Chi bahwa tidak ada gunanya lagi menyambungkan tangan itu karena bagian tulangnya sudah rusak.

Bagaimanapun, dia meminta untuk bisa mendapatkan kembali potongan tangan tersebut dan ditolak oleh polisi dengan alasan memerlukannya sebagai barang bukti.

Pria itu kini sudah kembali ke Taiwan dengan penuh kemarahan, bukan hanya karena tangannya putus tapi juga tidak bisa mendapatkan kembali potongan tangan itu.

Putrinya mengatakan Hu Chi kini dalam kondisi yang membaik di sebuah rumah sakit di Taiwan dan mengatakan dia tidak akan mau berkunjung ke China lagi. Tunangannya di Putian yang mungkin akan pindah ke Taiwan.

Insiden ini meningkatkan kemarahan warga Taiwan karena merasa tidak mendapat perlindungan yang cukup dari polisi China setiap berkunjung ke negara itu.

Lanjutkan Membaca ↓