Menlu RI di Forum G20: Jangan Beri Terorisme Ruang untuk Bergerak

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 21 Mei 2018, 15:32 WIB
Diperbarui 21 Mei 2018, 15:32 WIB
Manteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB, New York (17/5) (sumber: Kementerian Luar Negeri RI)
Perbesar
Manteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi di Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB, New York (17/5) (sumber: Kementerian Luar Negeri RI)

Liputan6.com, Buenos Aires - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengimbau negara anggota G20 untuk menunjukkan sikap dalam melawan terorisme serta memberikan sumbangsih untuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia.

Hal itu diutarakan Menlu Retno pada working dinner Menlu G20, mengawali rangkaian Pertemuan Para Menlu G20 di Buenos Aires Argentina, Minggu, 20 Mei 2018.

Pertemuan itu dihadiri oleh 21 menteri luar negeri dari negara anggota G20 dan negara yang diundang untuk hadir.

"G20 harus menunjukkan kepemimpinan dan berkontribusi konkret dalam melawan terorisme untuk menjaga keamanan dan perdamaian dunia," kata Retno, seperti dikutip dari rilis Kementerian Luar Negeri RI (21/5/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Menlu RI menegaskan bahwa ancaman terorisme masih tinggi dan sangat nyata. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah kejadian di Indonesia beberapa pekan lalu.

Retno menjelaskan bahwa polisi dan otoritas keamanan Indonesia bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap jaringan pelaku.

"Masyarakat Indonesia tidak takut, kita semua tidak boleh takut hadapi terorisme dan tidak boleh beri terorisme ruang untuk bergerak," tutur Menlu Retno.

Lebih lanjut, Retno juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan solidaritas negara-negara G20 kepada Indonesia, menyusul aksi terorisme di Indonesia.

Di hadapan G20, Menlu RI juga menyampaikan bahwa kejadian di Surabaya memprihatinkan, dengan terlibatnya seluruh anggota keluarga, termasuk dimanfaatkannya anak-anak, dalam aksi terorisme.

Dalam kaitan ini, Retno mengajak anggota G20 untuk memperkuat kerja sama global dalam melawan terorisme. Menlu RI mengusulkan agar isu counter-terorism menjadi bagian integral dalam pembahasan di G20.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pertemuan Bilateral dengan Belanda dan AS

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok dalam pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan antar menlu negara G20 di Buenos Aires (20/5) (Kemenlu RI)
Perbesar
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok dalam pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan antar menlu negara G20 di Buenos Aires (20/5) (Kemenlu RI)

Sebelumnya dan mengawali rangkaian pertemuan Menlu G20, Menlu RI telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Belanda, Stef Blok.

Kedua Menlu membahas upaya untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan kerja sama pemberantasan terorisme.

Terkait kerja sama pendidikan, Indonesia mengharapkan rencana Belanda untuk melakukan review terhadap beasiswa internasional tidak akan berpengaruh pada kerja sama yang dilakukan dengan Indonesia.

Kedua Menlu juga bertukar pandangan terkait perkembangan di kawasan termasuk situasi pengungsi dari Rakhine State di Cox's Bazaar, Bangladesh.

Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan Wakil Menteri Luar Negeri AS John J Sullivan di sela-sela forum antar menlu negara G20 di Buenos Aires (20/5) (Kemenlu RI)

Selain Menlu Belanda, Menlu RI juga bertemu dengan Wakil Menlu Amerilka Serikat. Dalam pertemuan itu, Wakil Menlu AS menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap proses perdamaian di Afghanistan, termasuk dengan memfasilitasi Pertemuan Trilateral Ulama di Bogor.

Pertemuan juga membahas upaya untuk memperkuat kerja sama strategic partnership Indonesia - Amerika Serikat. Selain itu, Menlu RI juga mendapat penjelasan posisi AS terhadap status Jerusalem dari Wakil Menlu AS, yang menanggapi keprihatinan Menlu RI atas pernyataan PM Israel mengenai status Jerusalem.

Didirikan pada 1990, G20 adalah kelompok kerja sama 19 negara dan Uni Eropa, yang merupakan negara 20 ekonomi terbesar dunia, baik dari negara maju maupun emerging economies. Kelompok itu kini membahas isu-isu kunci dalam perekonomian dunia.

Saat ini, kekuatan ekonomi G20 mencakup 85 persen total gross world product, 80 persen perdagangan dunia, serta mewakili dua per tiga populasi dunia dan meliputi hampir separuh wilayah dunia.

Lanjutkan Membaca ↓