Terpengaruh Isu London sebagai Zona Perang, Keponakan Meghan Markle Bawa Pisau ke Kelab Malam

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 21 Mei 2018, 11:02 WIB
Diperbarui 21 Mei 2018, 11:02 WIB
Ilustrasi pisau penusukan
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, London - Salah seorang keponakan Meghan Markle dilaporkan kedapatan membawa sebilah pisau ke sebuah kelab malam di dekat Kastil Windsor, dengan alasan khawatir oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyebut London adalah "seperti zona perang".

Tyler Dooley (25), putra dari saudara tiri Meghan Markle, Thomas Markle, datang ke London untuk menjadi narasumber bincang selebritas di beberapa televisi nasional Inggris.

Padahal, ia dan kakaknya, TJ (26), berserta ibunya yang merupakan mantan istri Thomas Markle, tidak diundang menghadiri pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang berlangsung pada Sabtu, 19 Mei 2018.

Dikutip dari Telegraph.co.uk pada Senin (21/5/2018), ketiganya diketahui pergi ke kelab malam Bacchus di kawasan Kingston.

Ketika mereka akan diperiksa sebelum memasuki kelab malam, Tyler yang merupakan petani ganja asal negara bagian Oregon, menyadari bahwa pisau empat inci yang dibawanya akan disita.

Tyler mengatakan kepada pengunjung pesta lainnya: "Saya baru saja membawanya (pisau) karena Donald Trump mengatakan London seperti zona perang. Ini untuk perlindungan."

Ketika pengunjung pesta lainnya mengatakan bahwa keponakan Meghan Markle itu akan ditangkap karena membawa pisau, ia pun memilih pergi meninggalkan kelab malam.

"Tersangka telah pergi dari lokasi sebelum polisi dipanggil, dan entah disengaja atau tidak, meninggalkan pisaunya," kata seorang juru bicara.

"Petugas datang ke kelab sekitar pukul 01.55 dan mengamankan pisau tersebut, namun tidak ada penangkapan."

 

Simak video pilihan berikut:

 

 

2 dari 2 halaman

London Sangat Berbahaya

ilustrasi bus London (iStock)
Perbesar
ilustrasi bus London (iStock)

Sementara itu pada 4 Mei lalu, Presiden Donald Trump membela hukum penggunaan senjata api di Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa meski Inggris telah tegas melarang, namun kepemilikan pisau telah menjadikan London sebagai kota yang sangat berbahaya.

Hal inilah yang kemudian dijadikan alasan oleh Tyler untuk membawa pisau ketika berkunjung ke sebuah kelab malam di dekat Kastil Windsor.

Seorang sumber mengatakan kepada surat kabar The Sun, ketika Tyler mendatangi penjaga pintu, dia berkata, "Saya membawa pisau."

Penjaga pintu pun menarik Tyler keluar dan menyerahkannya kepada pihak keamanan.

"Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana dia membawanya dari Amerika Serikat, karena Donald Trump mengatakan London tidak aman," jelas sumber terkait.

Lanjutkan Membaca ↓