Pasca-Operasi Telinga, Presiden Palestina Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit

Oleh Khairisa Ferida pada 21 Mei 2018, 09:36 WIB
Diperbarui 21 Mei 2018, 09:36 WIB
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas (AFP Photo)
Perbesar
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas (AFP Photo)

Liputan6.com, Ramallah - Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali dilarikan ke rumah sakit. Ini merupakan kali ketiga dalam sepekan ia dirawat setelah menjalani bedah kecil di bagian telinga pada Selasa lalu.

Seperti dikutip dari Euronews.com, Senin (21/5/2018), pemimpin Palestina itu dirawat di Istishari Hospital di Ramallah. Direktur rumah sakit, Saed al-Sarahneh, mengatakan Abbas dilarikan ke rumah sakit pada Minggu pagi.

"Untuk pemeriksaan medis setelah operasi yang dilakukannya di bagian telinganya tiga hari lalu. Seluruh tes normal dan kondisinya baik," jelas Sarahneh.

Pasca-operasi, pemimpin Palestina itu dikabarkan menderita suhu tinggi dan nyeri dada. Namun, laporan ini belum dikonfirmasi.

Sakitnya Abbas terjadi di tengah-tengah eskalasi ketegangan Israel-Palestina setelah pasukan Israel menembak mati puluhan pengunjuk rasa Palestina di perbatasan Gaza pada Senin, 14 Mei.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Dalam Kondisi Baik

Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki. (Liputan6/Kementerian Luar Negeri RI)
Perbesar
Presiden Joko Widodo saat berbincang dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki. (Liputan6/Kementerian Luar Negeri RI)

Presiden Mahmoud Abbas dalam keadaan sehat, demikian disampaikan Saeb Erekat, Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Erekat mengungkapkan hal tersebut setelah ia mengunjungi Abbas di Istishari Hospital di Ramallah. Demikian seperti dilansir kantor berita Palestina, Wafa.

Lebih lanjut, Erekat menjelaskan bahwa Presiden Abbas diharapkan dapat meninggalkan rumah sakit pada Senin atau Selasa.

Presiden Abbas berusia 83 tahun dan terpilih sebagai presiden pada 2005.

Lanjutkan Membaca ↓