Ada 'Humor Nakal' di Buku Harian Anne Frank, Gadis Korban Kekejaman Nazi

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 17 Mei 2018, 07:48 WIB
Diperbarui 17 Mei 2018, 07:48 WIB
Mystery in tragedy (10)
Perbesar
Anne Frank. (Sumber: Anne Frank House Collection)

Liputan6.com, Amsterdam - Hasil penelitian terbaru dari dua halaman pada buku harian Anne Frank -- seorang gadis muda Yahudi korban kekejaman Nazi -- menunjukkan bahwa ia juga memiliki selera humor layaknya gadis-gadis puber seumurannya.

Dikutip dari BBC pada Rabu (16/5/2018), buku harian Anne Frank menjadi begitu terkenal di dunia ketika diterbitkan pasca-kematiannya di akhir era Perang Dunia II.

Dua halaman yang tersembunyi pada buku harian Anne Frank itu, sebelumnya, tertutup oleh lembaran kertas cokelat yang direkatkan. Peneliti menduga hal itu dilakukan untuk menyembunyikan 'sesuatu' dari keluarganya.

Namun, berkat teknologi pencitraan terbaru, dua halaman rahasia itu akhirnya bisa dibaca tanpa harus merusaknya.

Anne Frank diketahui menulis dua halaman rahasia itu pada tanggal 28 September 1942, tidak lama setelah gadis remaja berusia 13 tahun mulai bersembunyi dari kejaran Nazi di wilayah Kerajaan Belanda.  

"Saya akan menggunakan halaman buruk rupa ini untuk menuliskan lelucon 'kotor'," tulis Anne di kedua halaman tersebut, dengan beberapa frase yang dicoret.

Dia menambahkan beberapa baris tentang pendidikan seks, membayangkan dia harus membicarakan hal ini ke orang lain, tanpa harus membuatnya terlihat seperti gadis yang tak baik.

"Anne Frank menulis tentang seksualitas dengan cara seperti melucuti senjata," kata Ronald Leopold dari museum Anne Frank House di Amsterdam.

"Seperti layaknya setiap remaja, dia sangat ingin tahu tentang hal ini (seks)," lanjut Leopold menjelaskan.

Temuan tentang humor berbau seks itu pertama kali disampaikan oleh Frank van Vree, direktur lembaga Niod, yang membantu menguraikan halaman-halaman dari foto-foto baru yang diambil pada 2016 lalu.

"Siapa pun yang membaca tulisan yang sekarang telah ditemukan itu, tidak akan mampu menahan senyum," kata van Vree.

"Humor seperti itu adalah hal klasik yang biasa diperbincangkan oleh para remaja. Hal itu menunjukkan bahwa, terlepas dari bagaimana cerdasnya Anne dalam mengolah kata, ia tetaplah seperti gadis muda pada umumnya, yang penasaran terhadap isu seks," lanjutnya.

Salah satu humor tersebut berbunyi: "Apakah Anda tahu mengapa gadis-gadis Jerman Wehrmacht berada di Belanda? Jawabannya adalah sebagai kasur untuk para prajurit."

Museum Anne Frank mengatakan, temuan itu bukan satu-satunya 'humor nakal' yang ditulis oleh gadis yang menjadi simbol perlawaan Nazi itu. Ada beberapa lainnya terselip secara acak di tengah isi buku hariannya, meski tidak segamblang yang disampaikan di dua lembar rahasia tersebut.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Memiliki Kepentingan Akademis Signifikan

Lambang Nazi yang diadopsi dari lambang swastika
Perbesar
Lambang Nazi yang diadopsi dari lambang swastika. (Public Domain)

Sementara itu, menimbang keputusan untuk menerbitkan dua halaman yang dirahasiakan tersebut, Museum Anne Frank menyebutnya sah-sah saja karena merupakan bagian dari warisan dunia yang terdaftar di UNESCO, sehingga memiliki kepentingan akademis yang signifikan.

Meski berisi tentang 'humor nakal', namun halaman tersebut tidak akan akan mengubah citra yang melekat pada sosok Anne Frank.

"Selama beberapa dekade, Anne telah tumbuh menjadi simbol Holocaust di seluruh dunia," kata van Vree.

"Secara harafiah, ini menemukan teks yang menjelaskan bagaimana remaja penuh keingintahuan, mencoba jujur terhadap isu seks, dan pandangan terhadap hal itu untuk kehidupan masa depannya," sambungnya.

Ketika Perang Dunia II berkecamuk, Anne Frank bersembunyi di paviliun rahasia milik ayahnya di dekat kota Amsterdam, sejak 5 Juli 1942, yakni sekitar sebulan setelah ia menerima kado buku harian pada ulang tahunnya yang ke-13.

Dia tinggal di sana bersama keluarganya dan beberapa teman, hingga ditemukan oleh pihak Nazi, dua tahun kemudian. Namun, bagaimana mereka ditemukan setelah sekian lama hidup dalam persembunyian, tetap menjadi misteri hingga saat ini.

Anne Frank meninggal karena penyakit di kamp kematian Nazi pada tahun 1945, tahun ketika Perang Dunia II berakhir.

Ayahnya, satu-satunya anggota keluarga yang bertahan hidup, menerbitkan buku harian Anne Frank pada 1947, dan sejak itu menjelma menjadi salah satu kisah nyata paling dikenal di seantero jagat.

Lanjutkan Membaca ↓