Pria AS Ditembak Anjing Peliharaannya

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 15 Mei 2018, 06:27 WIB
Ilustrasi anjing

Liputan6.com, Washington DC - Hampir tidak pernah ada pemberitaan mengenai anjing yang menggigit manusia, kecuali jika hal tersebut berkaitan dengan penyebaran virus rabies atau menimbulkan luka parah.

Namun, seorang pria paruh baya di negara bagian Iowa, Amerika Serikat, melapor kepada panggilan darurat 911, bahwa ia ditembak oleh anjing peliharaannya saat tengah bermain di dalam rumah.

Dikutip dari Asia One pada Senin (14/5/2018), pria bernama Richard Remme itu menyuruh anjing peliharaannya, Balew -- persilangan antara pit bull dan labrador, untuk melompat ke pangkuannya.

Saat itu, ia tengah berbaring di sofa ketika lompatan Balew tidak sengaja menarik pelatuk pada pistol berkaliber 9 milimeter, yang disimpan di tempat khusus yang disematkan di ikat pinggangnya.

"Saya sedang berbaring di sofa, dan kami sedang mengoceh, saya dan Balew. Ketika saya menurunkan dari pangkuan, anjing saya kembali melompat ke pangkuan, dan tidak sengaja menginjak pelatuk pistol yang tergantung di pinggang saya," cerita Remme kepada surat kabar The Messenger.

Hal tersebut memicu beberapa luka gores di beberapa bagian telapak dan jemari kaki, akibat terserempet peluru.

Seketika, Remme pun menelepon 911 dan melaporkan bahwa dirinya baru saja ditembak oleh seekor anjing.

Menurut Roger Porter, polisi yang menerima laporan tersebut, pihaknya sempat menduga Remme tengah bercanda. Namun, mendengarnya mengulang laporan dengan nada serius, ia pun menyadari ada hal yang tidak beres. Beberapa saat kemudian, tim medis segera dikirim untuk memberi pertolongan.

Beruntung, Remme tidak mengalami luka fatal, dan pertolongan pertama yang dilakukannya secara mandiri, mampu menghindarkannya dari risiko buruk.

 

Simak video pilihan berikut:

 

 

2 of 2

Kemungkinan Kecil Terkena Sanksi Hukum

Tembak Senjata Api
Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Sementara itu, menurut kesaksian asisten rumah tangga Remme, Cory Husske, terdengar suara letusan senjata api yang diikuti oleh suara kaing anjing.

"Saya kira Balew tertembak, tapi ternyata justru atasan saya," ujar Husske.

Ia kemudian menyebut bahwa hasil penyelidikan polisi "tidak dapat membuktikan atau membantah pernyataan laporan tentang peristiwa terkait", sehingga kecil kemungkinan diberlakukan sanksi hukum.

Menanggapi insiden di atas, pendiri Moms Demand Action for Gun Sense di Amerika, Shannon Watts, berkelakar bahwa kejadian anjing menembak majikannya hanya terjadi di Negeri Paman Sam.

Shannon justru menyalahkan Remme yang membawa senjata api tidak pada tempatnya, sehingga memicu risiko kecelakaan personal.

Tidak dijelaskan bagaimana kondisi Balew pasca-kejadian tersebut, kecuali pengakuan Remme yang menyebut anjingnya tersebut baik-baik saja.

Uanggahan berita terkait yang beredar di dunia maya, turut memicu perdebatan warganet AS tentang urgensi kepemilikan senjata api oleh warga sipil.

Lanjutkan Membaca ↓