Seperti di Mako Brimob, 5 Negara Ini Pernah Dilanda Kerusuhan Penjara

Oleh Tanti Yulianingsih pada 10 Mei 2018, 19:12 WIB
Diperbarui 10 Mei 2018, 19:12 WIB
Ilustrasi dipenjara
Perbesar
Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya di Indonesia, insiden kerusuhan penjara seperti di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok juga pernah terjadi di negara lain. Mulai dari Amerika hingga Rusia.

Kerusuhan seperti di Mako Brimob di sejumlah negara dilaporkan membuat beberapa narapidana kabur. Bahkan banyak di antaranya tewas.

Berikut ini insiden penjara rusuh di dunia yang dilansir dari berbagai sumber, Kamis (10/5/2018):

1. Kerusuhan Penjara Remaja

Kerusuhan seperti di Mako Brimob itu pernah terjadi di penjara remaja Juvenile Gaviotas di Guatemala City, Guatemala. Insiden pada 3 Juli 2017 itu mengakibatkan 10 napi kabur.

Sejumlah tahanan lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

Kerusuhan dilaporkan terjadi setelah ditemukan dua napi tergantung.

2. Narapidana Sandera Sipir di Penjara Brasil

Penyanderaan di dalam penjara seperti yang terjadi di Mako Brimob juga pernah terjadi di Milton Dias Moreira di Rio de Janeiro, Brasil. Sejumlah sipir disandera oleh para narapidana di sana.

Anggota unit elite SWAT dan polisi diterjunkan untuk menangani kerusuhan penjara Brasil itu.

Dikutip dari News.com.au, 19 Februari 2018, menurut e-mail dari badan lembaga pemasyarakatan negara bagian Rio, kerusuhan penjara Brasil telah dimulai sejak Minggu, 18 Februari 2018 siang.

Namun, e-mail tersebut tidak menyebut jumlah orang yang disandera dan informasi korban tewas atau luka.

Kerusuhan itu diperparah dengan padatnya penjara, di mana terdapat lebih dari 2.000 narapidana yang ditahan di fasilitas yang dibangun hanya untuk menampung 900 orang itu.

Insiden tersebut merupakan yang terakhir dalam serangkaian kerusuhan penjara mematikan di Brasil.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 3 halaman

Kerusuhan di Penjara Libya dan Yaman

Ilustrasi dipenjara
Perbesar
Ilustrasi

3. Bentrok di Penjara Libya, 170 Napi Kabur

Di Libya, kerusuhan di penjara terjadi akibat bentrok antar para napi.

Sebanyak 170 orang napi dari penjara yang terletak 800 km selatan dari ibu kota Tripoli dilaporkan kabur.

"Setelah perselisihan antara para tahanan berubah menjadi kekacauan, mereka melarikan diri," kata juru bicara dewan lokal di Sebha Abobker Hamza seperti dikutip Xinhua, 1 Mei 2013.

Beberapa tahanan telah menyerahkan diri dan sebagian lainnya diburu.

4. Bentrok di Lapas Yaman, 1.200 Napi Kabur

Sementara itu, kerusuhan di penjara yang terletak di pusat kota Taiz, Yaman menyebabkan pelarian massal para narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan (LP) tersebut.

"Sekitar 1.200 tahanan, termasuk tersangka Al Qaeda dilaporkan kabur dari sebuah penjara di pusat Yaman," kata para pejabat setempat seperti yang diberitakan BBC, 1 Juli 2015.

Tidak jelas bagaimana para tahanan melarikan diri. Alasannya masih simpang siur.

"Penjara tiba-tiba diserang pendukung Al Qaeda," kata seorang pejabat keamanan seperti dikutip dari Kantor berita negara Saba.

Pejabat lainnya mengatakan bahwa tahanan telah melarikan diri di tengah bentrokan antar milisi.

Mengutip sumber keamanan, para penjaga penjara dilaporkan meninggalkan pos mereka setelah bentrokan antara pemberontak Houthi dan saingannya.

Ini adalah penyerbuan penjara utama ketiga di Yaman, sejak serangan udara yang dipimpin Arab Saudi terhadap pemberontak dimulai pada 26 Maret.

Yaman dilanda kekacauan sejak pemberontak Houthi menyerbu Sanaa pada September 2014, memaksa pemerintah Presiden Mansour Hadi Abdrabbuh melarikan diri.

 

3 dari 3 halaman

Kerusuhan di Lapas Rusia

Ilustrasi dipenjara
Perbesar
Ilustrasi

5. Kerusuhan di Penjara Anak-Anak Rusia

Kerusuhan seperti di Mako Brimob juga pernah terjadi di penjara anak-anak di Kirovgrad, Rusia pada 16 Oktober 2007 malam. Penjara berisi 250 narapidana itu terbakar setelah tahanan memberi perlawanan terhadap petugas.

Sebanyak 20 tahanan yang berusaha kabur selama kerusuhan berhasil ditangkap kembali.

Kerusuhan menewaskan tiga tahanan termasuk penjaga penjara dan tujuh lainnya luka-luka.

Kerusuhan berawal dari sekelompok tahanan berusia 18 tahun yang menolak dipindahkan ke penjara untuk dewasa. Penolakan diikuti dengan pembakaran gedung berlantai empat tersebut.

Petugas harus menggunakan senjata api untuk meredam kerusuhan hingga akhirnya jatuh tiga korban.

Lanjutkan Membaca ↓