Vladimir Putin Kembali Dilantik Jadi Presiden Rusia

Oleh Rizki Akbar Hasan pada 07 Mei 2018, 18:56 WIB
Diperbarui 07 Mei 2018, 18:56 WIB
Vladimir Putin
Perbesar
Vladimir Putin saat berpidato dalam pelantikannya sebagai presiden Rusia untuk periode keempat (Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Moskow - Vladimir Putin kembali dilantik menjadi Presiden Rusia, dalam sebuah seremoni megah yang dihadiri sekitar 5.000 tamu undangan di Kremlin, Moskow, pada Senin, 7 Mei 2018.

Rekaman video yang dirilis oleh televisi Rusia menunjukkan momen jelang pelantikannya.

Dalam rekaman tersebut terlihat Putin berjalan gagah sendirian dari kantornya menuju halaman depan kompleks kepresidenan, di mana sebuah limosin buatan Rusia, Cortege, menunggu untuk mengantarnya ke Istana Kremlin.

Setibanya di sana, Vladimir Putin kembali berjalan sendiri, memasuki halaman muka dan menelusuri koridor utama Istana Kremlin.

Setelah sampai di Aula Utama Kremlin yang berhias emas, Putin mulai mengumbar senyum sederhana, tanda ia berterima kasih kepada ribuan hadirin yang telah menunggu dan bertepuk tangan kepadanya. Demikian seperti dikutip dari Sky News, Senin (7/5/2018).

Sesampainya di mimbar, Putin pun mengambil sumpah dan secara resmi dilantik sebagai Presiden Rusia untuk masa jabatan enam tahun mendatang.

Janji Putin

Saat menyampaikan pidato pelantikan, Putin bersumpah untuk mengejar agenda ekonomi guna meningkatkan standar hidup di seluruh negeri.

Ia juga mengatakan, meningkatkan ekonomi Rusia pascaresesi akibat sanksi internasional akan menjadi tujuan utama dari masa jabatan enam tahun berikutnya.

"Kita harus menggunakan semua kemungkinan yang ada, untuk menyelesaikan tugas-tugas internal mendesak, seperti pembangunan, terobosan ekonomi dan teknologi, serta meningkatkan daya saing di bidang-bidang yang menentukan di masa depan," katanya kepada ribuan tamu.

"Kualitas hidup baru, kesejahteraan, keamanan dan kesehatan masyarakat -- itulah yang utama hari ini," Vladimir Putin menambahkan.

Vladimir Putin telah berkuasa selama 18 tahun di Rusia. Ia pernah menjabat sebagai perdana menteri dan sebagai presiden di Negeri Beruang Merah itu. 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jika Sukses, Putin Akan Membawa Rusia Maju pada 2024

Vladimir Putin
Perbesar
Pada 7 Mei 2018, Vladimir Putin dilantik sebagai presiden Rusia untuk periode keempat (Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Meski Vladimir Putin telah memulihkan kedudukan Rusia di panggung dunia lewat perkembangan kapasitas dan kapabilitas militernya, kepemimpinannya selama ini telah dikritik oleh berbagai pihak.

Kritik itu menjurus pada langkah Putin yang tak memadai untuk mendiversifikasi ekonomi Rusia jauh dari ketergantungannya pada ekspor minyak dan gas.

Putin juga dikritik tak berbuat banyak untuk mengembangkan sektor manufaktur Rusia -- yang dianggap berpotensi oleh sejumlah pengamat.

Namun, jika Putin dapat memenuhi tujuan yang ditetapkannya, Rusia pada 2024 diprediksi akan jauh lebih maju dalam teknologi dan kecerdasan buatan, serta kesejahteraan ekonomi dan rakyat yang semakin meningkat. Demikian seperti dikutip dari CBS News.

Kendati demikian, keraguan tetap ada. Beberapa analis menilai prospek Putin justru hanya akan membawa stagnasi semata bagi Rusia.

Selain itu, beberapa analis juga mengemukakan retorika kritis; bagaimana bisa Putin mencapai semua tujuan itu jika sebagian besar penduduk tak benar-benar percaya kepadanya, kata lembaga survei independen, seperti dikutip dari CBS News.

Demo Jelang Pelantikan Vladimir Putin

Rangkaian aksi demonstrasi anti-Putin mewarnai Rusia pada 5 Mei 2018, atau dua hari jelang pelantikannya pada Senin ini.

Pemimpin oposisi paling terkenal di Rusia, Alexei Navalny, bersama ratusan pendukungnya, ditangkap dan ditahan dalam demonstrasi bertajuk "ia (Putin) bukan kaisar kita".

Demonstrasi di Seluruh Rusia, Protes Pelantikan Putin (Maxim ZMEYEV / AFP)

Penangkapan Navalny juga dilakukan atas tuduhan mendalangi demonstrasi jalanan di Moskow dan di 90 kota lain di Rusia.

Berbagai laporan menyebutkan, protes terjadi di 10 kota besar di Timur Jauh dan Siberia, melibatkan ratusan orang atau lebih. Beberapa orang ditangkap polisi, tetapi jumlahnya belum diketahui.

Demonstrasi yang lebih besar juga sempat diperkirakan terjadi Minggu sore kemarin di Moskow, di mana pemrotes hendak mengadakan pawai tanpa izin di salah satu jalan besar ibu kota, dan di St Petersburg.

Lanjutkan Membaca ↓