3 Bocah di Amerika Serikat Tenggak Vodka, Mabuk, Lalu Bikin Onar

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 03 Mei 2018, 19:40 WIB
Diperbarui 03 Mei 2018, 19:40 WIB
Minuman Beralkohol Vodka
Perbesar
Ilustrasi Foto Minuman Keras Vodka (iStockphoto)

Liputan6.com, North Carolina - Polisi di North Carolina menahan seorang perempuan berusia 26 tahun lantaran lalai menjaga ketiga anak-anaknya. Ketiga buah hatinya itu dilaporkan mabuk karena menegak vodka yang ditinggalkan oleh ibunya.

Dikutip dari laman The New York Post, Kamis (3/5/2018), Tyeisha Coneisha Streater dituduh melakukan tindak kelalaian terhadap anak yang menyebabkan kerugian pada orang lain.

Menurut laporan dari polisi setempat, dalam kondisi teler, ketiga anak tersangka melakukan aksi yang sangat meresahkan. Anak yang paling tua buang air besar sembarangan di jalanan.

Tak hanya itu, ia juga masuk ke jalur lalu lintas dan mencoba untuk menghentikan mobil yang sedang melaju.

Sementara itu, anak yang lainnya ada yang memecahkan kaca rumah dan memakan makanan yang ada. 

Dari keterangan polisi, Streater dikatakan lalai karena meletakkan vodka yang mudah dijangkau oleh anak di bawah umur.

Selain itu, ia juga meninggalkan anaknya di dalam rumah lebih lebih dari tujuh jam, meski akhirnya dibantah oleh Streater. Ia menyebut dirinya hanya pergi selama 90 menit.

Wanita tersebut mengklaim dirinya tidak bersalah karena ia sudah menidurkan ketiga buah hatinya sehingga merasa aman untuk berpergian.

Streater kemudian ditahan polisi dan akan diadili. Ia bisa lepas dari jeratan hukum apabila membayar denda berupa uang.

Denda yang diajukan senilai US$ 25 ribu atau setara dengan Rp 348 juta. Streater kini tengah memohon agar pihak kepolisian menurunkan jumlah denda.

Sementara Streater menjalani proses hukum karena lalai meletakkan vodka, ketiga anaknya dirawat oleh sang nenek.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tinggalkan Bayi di Bak Berisi Air Panas

Ilustrasi bayi
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Kelalaian orangtua lainnya juga pernah terjadi Agustus 2017. Seorang pria asal Sydney, Australia dibekuk polisi setelah mengaku meninggalkan bayinya yang berusia 10 bulan di sebuah bak yang dialiri air panas. Hal itu ia lakukan ketika ingin menelepon sambil merokok.

Dikutip dari laman ABC News, lelaki tersebut diketahui bernama Atare Tepania. Pria berusia 24 tahun itu telah mengaku bersalah dalam pengadilan Distrik Penrith atas segala kelalaian yang ia lakukan.

Bayi tersebut mengalami luka fisik akibat panas air panas yang menyiram tubuhnya. Anak malang itu juga menderita luka bakar hingga 40 persen dan telah menjalani perawatan selama 26 hari di Rumah Sakit Westmead.

Menurut sebuah laporan yang berhasil didapat oleh jaksa penuntut umum. Tepania ditugasi merawat bayinya di saat sang istri pergi ke toko untuk berbelanja.

Seorang pria asal Sydney, Australia dibekuk polisi setelah mengaku meninggalkan bayinya yang berusia 10 bulan di sebuah bak yang dialiri air panas. Hal itu ia lakukan ketika ingin menelepon sambil merokok.

Dikutip dari laman ABC News, lelaki tersebut diketahui bernama Atare Tepania. Pria berusia 24 tahun itu telah mengaku bersalah dalam pengadilan Distrik Penrith atas segala kelalaian yang ia lakukan.

Bayi tersebut mengalami luka fisik akibat panas air panas yang menyiram tubuhnya. Anak malang itu juga menderita luka bakar hingga 40 persen dan telah menjalani perawatan selama 26 hari di Rumah Sakit Westmead.

Menurut sebuah laporan yang berhasil didapat oleh jaksa penuntut umum. Tepania ditugasi merawat bayinya di saat sang istri pergi ke toko untuk berbelanja.

Lanjutkan Membaca ↓