Kelamin Dipotong Dokter Gadungan, Bayi di India Meninggal Dunia

Oleh Tanti Yulianingsih pada 28 Apr 2018, 16:23 WIB
Diperbarui 30 Apr 2018, 16:13 WIB
Ilustrasi bayi

Liputan6.com, New Delhi - Sungguh malang bayi di India ini. Ia meninggal dunia setelah alat kelaminnya dipotong karena alasan yang tak masuk akal.

Pelakunya dua pria yang menyamar sebagai dokter. Mereka tega memotong alat kelamin bayi tersebut demi meyakinkan sang ibu bahwa ia telah melahirkan anak perempuan.

Pihak berwenang mengatakan pada 27 April 2018, polisi India kemudian memburu kedua dokter gadungan tersebut.

Menurut petugas medis ternama di Chatra, Satinder Prasad Singh, dokter gadungan itu mengatakan bahwa wanita yang kala itu hamil delapan bulan itu akan memiliki seorang bayi perempuan, setelah melakukan ultrasonografi (USG) abal-abal, di sebuah klinik ilegal di Distrik Chatra, Jharkhand timur.

"Mereka mengatakan, perlu dilakukan operasi darurat untuk melahirkan jabang bayi," tutur Satinder Prasad Singh seperti dikutip dari Asia One, Sabtu (28/4/2018).

"Setelah melahirkan bayi yang ternyata laki-laki pada Selasa 24 April, kedua dokter tega memotong alat kelaminnya untuk menjadikannya sebagai anak perempuan dengan kelainan," ujar Singh.

Tak lama kemudian, bayi itu meninggal dunia. Menurut hasil autopsi, kehilangan banyak darah adalah penyebabnya.

"Mereka secara ilegal menjalankan klinik dan melakukan tes serta prosedur medis lainnya. Mereka tak memiliki gelar medis dan menjebak pasien yang mudah tertipu," jelas Singh.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Polisi Buru Dokter Gadungan

Bayi Meninggal
Ilustrasi Foto Kematian Bayi (iStockphoto)

Kedua dokter gadungan itu dijerat kasus pembunuhan dan penipuan. Mereka buron sejak Rabu 25 April 2018, ketika keluarga korban melapor ke polisi.

Wanita hamil yang menjadi korban dokter gadungan itu telah melakukan sejumlah pemeriksaan di klinik yang telah beroperasi selama beberapa bulan. Menjalani tes sex prenatal atau pemeriksaan jenis kelamin si jabang bayi.

Tes sex prenatal dilarang di India karena dianggap sebagai bagian dari upaya untuk menghentikan kelahiran anak perempuan. Para orangtua kerap menggugurkan bayinya saat tahu anaknya bukan laki-laki.

Praktisi medis yang tidak memenuhi syarat dilaporkan sebagai hal umum di India, khususnya di daerah pedesaan, di mana perawatan kesehatan formal langka dan rumah sakit swasta mahal.

India diperkirakan memiliki 840.000 dokter, satu untuk setiap 1.674 orang. Jumlah tersebut tak sebanding, sebab Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan minimal satu dokter per 1.000 orang.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait