Gunung Berapi Meletus di Jepang, Muntahkan Asap Tebal dan Bebatuan Vulkanis

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 20 Apr 2018, 15:01 WIB
Diperbarui 22 Apr 2018, 14:13 WIB
Juru bicara badan meteorologi Jepang menjelaskan erupsi gunung Yama yang terjadi pada Kamis, 19 April 2018 (AFP)

Liputan6.com, Tokyo - Sebuah gunung berapi meletus di wilayah Jepang pada Kamis, 19 April 2018, dan mengeluarkan kepulan asap tebal ke langit, yang disertai dengan muntahan bebatuan vulkanis.

Gunung Yama -- nama gunung berapi tersebut -- dilaporkan tidak menimbulkan kerusakan berarti, meski status wilayah penduduk di sekitarnya telah ditingkatkan menjadi waspada dalam beberapa hari ke depan.

Dikutip dari Asia One pada Jumat (20/4/2018), erupsi gunung berapi setinggi 1.298 meter itu terjadi di bagian paling selatan Pulau Kyushu. Letusan tersebut menjadi rangkaian terbaru peningkatan aktivitas vulkanik di seluruh wilayah Kepulauan Jepang pada 2018.

Tayangan televisi menunjukkan asap keabu-abuan bermunculan dari beberapa titik di sisi gunung di kisaran Kirishima, sebuah wilayah pedesaan yang berjarak sekitar 985 kilometer dari Tokyo.

Tingkat peringatan untuk erupsi Yama dinaikkan menjadi '3' dari '2', yang berarti situasinya berisiko memburuk setiap saat.

Selain itu, Badan Meteorologi Jepang juga memperingatkan bahwa batuan vulkanik dapat terlempar hingga sejauh dua kilometer, sehingga warga di kawasan selatan dan tenggara Gunung Yama diimbau untuk selalu waspada.

Sebelumnya, pada bulan Januari, seorang anggota militer tewas dan 11 orang terluka parah, ketika gunung berapi Kusatsu-Shirane memuntahkan bebatuan ke arah kawasan wisata ski di barat laut Pulau Honshu.

Dua bulan kemudian, Shinmoedake -- gunung berapi yang ditampilkan dalam film James Bond pada 1960-an, mengeluarkan asap dan abu tebal setinggi ribuan meter ke langit.

Saat ini, Jepang memiliki 110 gunung berapi aktif, dan 47 di antaranya dilaporkan tengah meningkat aktivitas vulkaniknya.

Adapun, letusan gunung berapi yang tercatat paling buruk di Jepang terjadi pada September 2014, ketika erupsi Gunung Ontake menyebabkan 63 orang tewas.

 

Simak video pilihan berikut:

 

 

 

2 dari 2 halaman

'Teror' Kaldera Raksasa yang Berisiko Bencana bagi 100 Juta Orang

Pulau Iwo Jima yang menajdi salah satu lokasi vulkanis terbesar di selatan Jepang (AP?Adam Sandhill)
Pulau Iwo Jima yang menajdi salah satu lokasi vulkanis terbesar di selatan Jepang (AP?Adam Sandhill)

Sementara itu, penelitian di dekat kepulauan di Jepang mendapati sebuah temuan baru yang mengejutkan, yakni tentang adanya sebuah kubah lava berisi delapan triliun galon lahar.

Dilansir dari laman  Live Science pada awal Februari, kubah gunung berapi yang berjarak 50 kilometer di selatan Pulau Kyushu itu memiliki diameter berukuran hampir 10 kilometer, dan tinggi lebih dari 600 meter yang saat ini berbentuk batuan solid.

Temuan kaldera raksasa itu disebut berkaitan dengan legenda letusan Gunung Kikai, di mana konon merupakan sebuah letusan super vulkanis yang terjadi antara 6.000 hingga 7.000 tahun lalu.

Menurut Yoshiyuki Tatsumi, ilmuwan yang menulis laporan terkait pada jurnal Natural Scientific Report, letusan mahadashyat itu menyebabkan aliran piroklastik, yakni aliran cepat berisi gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan.

Aliran piroklastik itu disebut berembus hingga sejauh 80 kilometer, dan menyebarkan abu gunung berapi hingga radius 1.000 kilometer, melintasi laut ke arah sebagian wilayah di Asia Timur.

Sistem vulkanis tersebut diketahui masih aktif, dan berisiko memicu aktivitas erupsi dahsyat di era modern.

Jika benar meletus, kaldera raksasa ini akan menjadi bencana bagi 100 juta orang yang berada di Asia Pasifik, khususnya mereka yang tinggal di kawasan Timur Jauh, seperti Jepang, Semenanjung Korea, dan China.

Lanjutkan Membaca ↓