Ini Lokasi Resmi Pertemuan Puncak Korea Utara dan Korea Selatan

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 19 Apr 2018, 15:48 WIB
Diperbarui 19 Apr 2018, 15:48 WIB
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom menerima pertanyaan dari wartawan (Liputan6/Happy Ferdian)
Perbesar
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom menerima pertanyaan dari wartawan (Liputan6/Happy Ferdian)

Liputan6.com, Jakarta - Hanya tinggal menghitung hari menuju pertemuan puncak antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang akan berlangsung pada 27 April mendatang.

Pertemuan tersebut akan menjadi sejarah baru, karena untuk pertama kalinya pemimpin Korut berkenan melintasi perbatasan menuju wilayah saudara serumpunnya di selatan.

Menurut Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom, kedua negara telah sepakat memilih The Peace House sebagai lokasi pertemuan puncak tersebut.

The Peace House merupakan sebuah gedung yang dibangun di bekas lokasi pertemuan sementara, antara perwakilan Korea Selatan dan Korea Utara pada 1980 silam.

Berlokasi sekitar 130 meter dari Zona Demiliterisasi, menurut Chang-beom, The Peace House dipilih karena merepresentasikan semangat perdamaian.

"Sebelumnya, ada beberapa lokasi yang diajukan, baik di wilayah Korea Selatan dan Korea Utara. Saya tidak tahu bagaimana detail pembicarannya, namun kedua negara sepakat untuk memilih The Peace House," jelas Kim Chang-beom di Jakarta, Kamis (19/8/2018).

"Ini adalah kemajuan yang baik, karena kita tahu pada akhir 2017 lalu, Korea Utara melontarkan banyak sekali kontroversi terkait program nuklirnya, yang tidak hanya membuat kami (di Korea Selatan) khawatir, namun juga seluruh wilayah di sekitarnya," lanjutnya.

"Kini, Korea Utara mau bersikap lebih terbuka, menerima ajakan diplomasi dengan hormat, dan kami berharap ini akan membuka babak baru perdamaian di semenanjung."

Meski beberpa pertemuan awal kedua negara selalu digelar di ibu kota Korea Utara, Pyongyang, pemilihan lokasi kali ini bukan merupakan desakan Korea Selatan sebagai imbal balik. 

Menurut Chang-beom, The Peace House memang dipilih atas persetujuan bersama yang telah dibahas secara baik-baik.

Namun, ketika ditanya seperti apa harapan yang diinginkan oleh Korea Selatan setelah pertemuan puncak tersebut, Dubes Kim Chang-beom belum mau berkomentar banyak.

"Kita tetap mengharapkan yang terbaik," tukasnya.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

2 dari 2 halaman

Belum Bisa Memastikan Pertemuan Korut dan AS

Donald Trump dan Kim Jong-un (AP Photo)
Perbesar
Donald Trump dan Kim Jong-un (AP Photo)

Sementara itu, ketika disinggung mengenai rencana pertemuan antara Kim Jong-un dan Donald Trump pada Mei mendatang, Dubes Kim Chang-beom mengatakan bahwa Korea Selatan, akan dengan senang hati mengawal pelaksanaannya.

Menurutnya, Korea Selatan akan bertindak sebagai 'teman' dalam rencana pertemuan bersejarah tersebut.

Namun, ketika Liputan6.com menanyakan maksud 'teman' tersebut, Dubes Chang-beom enggan menjelaskan lebih lanjut.

Dubes Changbeom justru menyinggung tentang tanggapan dunia internasional, khususnya negara-negara sahabat -- termasuk Indonesia, yang mendukung dengan positif agenda pertemuan tersebut.

"Saya tidak bisa bilang dampaknya akan seperti apa (ke Indonesia), namun melihat bahwa dunia menaruh pehatian cukup besar terhadap hal ini, maka saya kira hal ini bisa memengaruhi beberapa hal dalam politik global, tapi saya tidak tahu itu akan seperti apa," ujarnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓