Kapal Selam Nazi yang Hilang Selama 73 Tahun Ditemukan

Oleh Happy Ferdian Syah Utomo pada 19 Apr 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 19 Apr 2018, 16:00 WIB
Kapal Selam U-3523 milik Nazi ditemukan di utara Denmark, setelah hilang 73 tahun lamanya (AFP)

Liputan6.com, Kopenhagen - Sebuah kapal selam Jerman -- yang diduga mengangkut pasukan Nazi ke Amerika Selatan -- telah berhasil ditemukan, setelah hilang hampir 73 tahun lamanya.

Kapal selam dengan kode U-3523 itu  termasuk jenis XXI Hitler, yang memiliki desain terbaru dan paling canggih pada masanya.

Tadinya, kapal selam tersebut dikerahkan Nazi untuk menghentikan laju kemenangan Sekutu, namun gagal karena lenyap di tengah jalan.

Dikutip dari News.com.au pada Kamis (19/4/2018), kapal kelas U-Boat itu disebut mampu melaju di kedalaman laut dalam jangka waktu lama, termasuk konon, bisa digunakan untuk pergi menuju Amerika Selatan tanpa henti.

Sebelumnya, kapal selam U-3523 diduga tenggelam setelah mendapat serangan dari kapal B24 Liberator milik Inggris pada 6 Mei 1945.

Namun, ketidakmampuan untuk menemukan bangkai kapal selam tersebut, memicu rumor U-3523 sengaja digunakan untuk membawa kabur para pemimpin Nazi dari serangan Sekutu.

Kini, kapal selam tersebut ditemukan di titik yang berjarak 10 mil nautika (sekitar 18,5 kilometer) dari Skagen, kota yang terletak di sisi paling utara Denmark.

Museum Perang Laut Denmark, yang menemukan kapal selam itu, mengatakan tidak ada bukti bahwa U-3523 sengaja digunakan para pemimpin Nazi untuk melarikan diri.

"Rumor mengatakan bahwa kapal selam memiliki barang-barang berharga yang sangat bagus, karena kapal itu akan meninggalkan Jerman meskipun perang telah berakhir," ujar direktur museum, Gert Normann Andersen.

"Saya pikir desas-desus berkembang karena U-3523 adalah kapal selam jarak jauh yang sangat modern,, dan beberapa petinggi Nazi mencoba kabur membawa barang-barang berharga di hari-hari terakhirnya di Jerman," lanjutnya menjelaskan.

 

Simak video pilihan berikut: 

 

 

2 dari 2 halaman

Hitler Diduga Kabur ke Amerika Selatan

Adolf Hitler (AP)
Adolf Hitler (AP)

Sementara itu, dokumen intelijen AS -- yang belum terklarifikasi -- telah memicu dugaan bahwa pimpinan Nazi, termasuk Hitler sendiri, melarikan diri ke Amerika Selatan pada hari-hari terakhir perang.

Satu arsip CIA tertanggal 3 Oktober 1955, memuat tuduhan dari mantan polisi SS bernama Phillip Citroen, bahwa Hitler bersembunyi di Kolombia dan kemudian berpindan ke Argentina.

Citroen bahkan memiliki foto yang diambil pada tahun 1954 di kota Kolombia, Tunja, yang sosok pria di dalamnya diduga kuat sebagai Hitler.

Dokumen tersebut menyatakan: "Menurut Citroen, orang Jerman yang tinggal di Tunja itu dikenal dengan sapaan akrab 'der Fuhrer', dan sesekali memberi pujian tinggi terhadap Nazi."

Di lain pihak, sebuah arsip FBI tertanggal 21 September 1945, menyatakan ada seorang saksi mata mengatakan bahwa Hitler tiba di Argentina melalui kapal selam, dua setengah minggu setelah Berlin jatuh ke tangan Sekutu.

"Dengan rencana yang telah diatur sebelumnya dengan enam pejabat tinggi Argentina, pria yang diduga Hitler itu melakukan perjalanan darat bersama sebuah kelompok ke arah selatan dataran tinggi Andes," lanjut dokumen tersebut. 

Beberapa tokoh Nazi yang terkenal juga diketahui telah melarikan diri ke Amerika Selatan, termasuk Adolf Eichmann -- seorang arsitek terkemuka Holocaust, dan dokter Auschwitz Josef Mengele yang terkenal kejam.

Lanjutkan Membaca ↓